Keberagaman Kebersamaan by Jitet Koestana
HumOr Edisi: 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84 Januari - Desember 2018 - Tahun ke VII
HIBURAN MENJELANG LEBARAN
ANTARA CINTA DAN BUKAN CINTA
Apakah telapak tanganmu berkeringat dan jantungmu berdetak cepat saat berada di dekatnya?
ITU BUKAN CINTA, ITU SUKA...
Apakah kamu tak bisa melepaskan pandangan atau genggaman dari dirinya?
ITU BUKAN CINTA, ITU NAFSU...
Apakah kamu mengatakan padanya bahwa setiap hari dialah satu2nya orang yang kamu pikirkan?
ITU BUKAN CINTA, ITU DUSTA..
Apakah kamu menerima segala kesalahannya dan kekuranganya karena itulah bagian dari dirinya?
BARULAH ITU CINTA...
Apakah kamu memaafkannya dan bersedia tetap bersamanya saat dia menyakitimu?
BARULAH ITU CINTA...
Apakah kamu tetap setia apapun yang terjadi baik saat gembira maupun sengsara?
BARULAH ITU CINTA...
(Berdasarkan posting: Wasito Djati Pribadi)
SALDO TINGGAL 1jt BISA AMBIL 4jt
Cara ini ditemukan dengan tidak sengaja 2 hari yg lalu oleh seorang teman...
=> masukkan kartu ATM anda ke mesin ATM.
=> masukkan kode pin anda.
=> Tekan tarik tunai.
=> Pilih nominal yg anda inginkan.
=> Kemudian mesin ATM akan mulai bunyi menghitung.
=> Nah pada saat mesin ATM menghitung tekan "enter" sebanyak yang anda inginkan uang yg akan keluar tetapi maksimal 4x saja.
Sebagai contoh: saat anda pertama kali pilih nominal 1 juta maka jika di enter 2x pada saat mesin sedang menghitung maka akan keluar 2jt. Jika di enter 3x maka akan keluar 3jt. Jika di enter 4x maka akan keluar 4jt.
Ini sudah dibuktikan teman dan berhasil DALAM MIMPINYA 2 hari yg lalu ...
(Berdasarkan posting: Ghuzilla Humeid)
PROYEK PALING SPEKTAKULAR
Menurut catatan Guiness Book of Record ada tiga proyek paling spektakuler di dunia:
1. Proyek Pembangunan Tembok Cina yang memakan waktu 573 tahun.
2. Proyek Pembangunan Pyramida Mesir yang dilakukan selama 730 thn
Tapi yang paling top adalah :
3. Proyek perbaikan Jalan Pantura menjelang mudik lebaran yang dilakukan sepanjang masa -- sampai kiamat.
(Berdasarkan posting: Wasito Djati Pribadi)
NASRUDDIN HOJA SEBAGAI PESURUH
Nasruddin Hoja pernah bekerja pada seorang saudagar yang kaya raya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Suatu hari si majikan memanggilnya, lalu berkata.
“Nasruddin,“ katanya. “Kau ini sejatinya baik, sayangnya lamban sekali. Kamu tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telor, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telor, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telor lagi dan seterusnya, sehingga untuk membeli tiga butir telor saja kamu pergi ke warung tiga kali.”
“Maafkan saya, Tuan.” Sesal Nasruddin Hoja, “Saya berjanji tidak akan melakukannya sekali lagi. Seperti yang Tuan inginkan, saya akan mengerjakan sekaligus apa yang harus saya kerjakan supaya tidak mengulangi pekerjaan berkali-kali.”
Beberapa waktu kemudian sang majikan itu jatuh sakit. Ia pun menyuruh Nasruddin untuk memanggil dokter, Nasruddin segera bergegas pergi, tak berapa lama kemudian Nasruddin kembali, ternyata ia tidak hanya membawa seorang dokter tetapi juga beberapa orang lainnya.
“Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain pun sudah datang juga.” Katanya ketika memasuki kamar si bos.
“Yang lain-lain siapa?” balas Tanya saudagar itu dengan heran. “Bukankah aku hanya mintamu untuk memanggil seorang dokter saja?”
“Begini Tuan!” jawab Nasruddin, “Dokter biasanya menyuruh kita minum obat, jadi saya membawa tukang obat sekalian. Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obatan. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati, jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan.”
(Berdasarkan posting: Sudi Purwono Baru)
NASRUDDIN HOJA SEBAGAI PENYELUNDUP
Ada kabar angin bahwa Nasruddin Hoja berprofesi juga sebagai penyelundup. Maka setiap melewati batas wilayah, penjaga gerbang menggeledah jubahnya yang berlapis-lapis dengan teliti. Tetapi tidak ada hal yang mencurigakan yang ditemukan. Karena untuk mengajar, mullah Nasruddin memang sering harus melintasi batas wilayah.
Suatu malam, salah seorang penjaga mendatangi rumahnya. "Aku tahu, Mullah, engkau penyelundup. Tapi aku menyerah, karena tidak pernah bisa menemukan barang selundupanmu. Sekarang, jawablah penasaranku; apa sih sebenarnya yang engkau selundupkan?"
"Jubah," kata Nasruddin.
(Berdasarkan posting: Sudi Purwono Baru)
BELGEDUWELBEH
![]() |
| M Djoko Yuwono |
Oleh Ki Jenggung
UPS, maaf, memakai judul aneh. Sejatinya Belgeduwelbeh itu nama seorang raja dalam cerita perwayangan. Raja ini berpostur tinggi, baik hati, welas-asih, lembut, tapi juga jenaka dan kerap naif. Semua keputusan yang diambilnya selalu aneh, tak tepat sasaran, membingungkan, dan yang lebih mengenaskan: tidak pernah efektif. Dia menikmati sekali kedudukannya sebagai raja sehingga gemar pamer dan bersenang-senang, menyanyi dengan mengundang pesinden terkenal.
Raja Belgeduwelbeh tak punya selera. Rasa seninya naif, cengeng, pun selera kulinernya rendahan. Kenapa semuanya terjadi? Ya, karena Raja Belgeduwelbeh berasal dari “kawula alit”, kasta rendahan, nama aslinya Petruk (di Jawa Barat namanya Dawala). Dia salah seorang dari empat punakawan pengawal titisan Wisnu, berbadan tinggi. Pikirannya lurus, memandang semua masalah dengan rasa humor tinggi, bijaksana, menjadi penasihat jempolan buat Sri Rama maupun Pandawa.
Namun, peran dia di dunia hanyalah punakawan, pelayan saja. Oleh karena itu, jangan diharapkan ada keputusan berani, bertanggung jawab, dan gesit muncul darinya. Semuanya serba normatif. Oleh sebab itu, ketika menjadi raja, dia jadi kehilangan kepribadian. Kedudukan itu tidak cocok untuk orang seperti dia, sebaik-baik apa pun. Semua punya fungsi dan peran masing-masing dari Yang Mahakuasa, tak bisa ditukar-tukar atau diakal-akali. Pasti ketahuan.
Celakanya, akibat negerinya sedang ribut gonjang-ganjing reformasi, semua tokoh kasta kesatria dan brahmana pada ribut cari kesempatan. Mereka lupa bahwa azimat berupa amanat rakyat kawula alit tertinggal. Maka, Petruk dengan lihainya mencuri azimat tersebut dengan bantuan asing, pengusaha besar, maling, perampok, serta para intel keblinger. Akhirnya, Belgeduwelbeh memang jadi raja, tapi dengan mentalitas kawula alit, pelayan, dan bukan kesatria yang gagah berani.
Akibat dari itu, Raja Belgeduwelbeh menjadi raja lemah, rentan terhadap tekanan, karena dia takut rahasianya terbongkar. Dia menjadi sandera, gampang dicekik lehernya untuk deal-deal politik-ekonomi-sosial. Maka dari itu, pemerintahan negeri Raja Belgeduwelbeh lemah sekali. Para pejabat seenaknya karena merasa raja toh tak mampu berbuat tegas. Arah pembangunan tidak jelas. Cadangan devisa kian menipis selama tiga tahun terakhir, walaupun pernah jaya di tahun 2007.
Parahnya lagi, aparat negara yang malas bekerja tapi rajin ngobyek, malah menggunakan para preman untuk operasionalnya. Mereka, di negeri yang lemah terhadap tekanan paham HAM asing, ketakutan untuk bergerak. Sebab, kalau mereka bersalah, Raja Belgeduwelbeh dipastikan cuci tangan.
Belum lama ini Raja Belgeduwelbeh minta bayangkara negeri menindak ormas yang melakukan tindak kekerasan. Sudah tiga kali ia mengatakan itu, keadaan tidak berubah. Jadi, itu hanya untuk konsumsi publik sesaat supaya rakyat merasa yakin dan percaya. Tapi, masa iya harus tiga kali bikin gertakan kosong seperti itu? Jangan sampai Raja Belgeduwelbeh malah jadi bahan tertawaan dunia dan rakyatnya. Raja juga lemah menghadapi tekanan asing, karena takut dijatuhkan. Pabrik mobil dalam negeri tak hidup sebab mobil digelontor dari luar negeri. Bahan, makanan saja semua harus diimpor, sebab pemerintahannya memang tidak mampu lagi. Ibaratnya: ayam mati di lumbung padi. Bahkan pula, lahan pertanian pun mulai dijual ke asing.
Azimat itu tampaknya mejan alias mandul. Sebab, berada di tangan orang yang salah di waktu yang keliru. Azimat itu secara faktual legal, tapi jelas tidak amanah karena banyak mendatangkan mudarat rakyat. Ini mungkin karena azimat itu “colongan”, tidak yang bersifat hak. Lantas? Si Raja Belgeduwelbeh bikin rakyat "dedel duwel kabeh". Oh!
Rame-rame Lelucon Ramadan dan Lain-lainnya
GODAAN PUASA
Udin, “Neneng istriku, puasa kali ini banyak banget godaannye deh.”
Neneng, “Masa iye Bang..apa aje??”
Udin, “Iye, Neng...kemaren abang ngojek bawa penumpang cewe bahenol banget...sambil tangannye nyikep pinggang abang....tapi abang singkirin...inget masih puasa..”
Neneng, “Alhamdulillah....”
Udin, “Di tengah jalan, tuh cewe minta turun sebentar, abang ngerem, eh tuh cewe malah mepet....abang maju aje, biar gak nyenggol....inget masih puasa...trus, jalan lagi. Nah pas di tanjakan, tuh cewe mau nyikep lagi....abang bilang aje, sori lagi puase...”
Neneng, “Hmmm...trus..trus.. bang...”
Udin, “Sampe rumahnye, abang disuruh mampir dan disuguhi air, abang kagak mau. Nah, di rumahnye ternyata sepi...katenye suaminye lagi ke luar kota.... Trus tuh cewe narik abang ke kamar.....”
Neng, “Trus abang masih inget kalo puasa?....”
Udin, “Nah, tuh die masalahnya Neng....pas diseret ke kamar....pas banget BEDUK MAGRIB....”
(Berdasarkan posting: Wasito Djati Pribadi)
ENAM PRESIDEN memang KKN
Sukarno : Kanan Kiri Nona2 cantik
Suharto : Kaya Karena Negara
Habibie : Kecil Kecil Nekat
Gus Dur: Kanan Kiri Nuntun
Mega : Kritik Kritik No comment
S B Y : Kena Kibul Nazaruddin
(Berdasarkan posting: Tris Sakeh)
DILARANG SELAMA PUASA
Perlu anda ketahui !!
Khususnya untuk Wanita ...
Bahwa ada Beberapa produk Mie yang tidak boleh dikonsumsi selama Bulan Puasa, di antaranya adalah :
- Mie kirin suami orang lain
- Mie jitin suami tetangga
- Mie ting berdua dengan suami orang lain
- Mie pisin kepala orang
- Mie lih2 baju utk lebaran tapi gak jadi beli, cuma ngacak2 doang
- Mie ndahin motor org dgn paksa ke rumah sendiri
- Mie sahin pasangan suami istri biar cerai
- Mie-nta cerai dan ingin kawin lagi dgn Ngkong2 yg udah peyot ...
SEMOGA SEMOGA SEMOGA
Semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
Mari kita PREMIUM (Prei Makan dan Minum)
Juga SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
Dan MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
Serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
(Berdasarkan posting: Wasito Djati Pribadi)
KENAPA TUHAN TIDAK KUNJUNG MENOLONG?
Banjir melanda sebuah kota kecil. Semua penduduk lari mengungsi kecuali seorang lelaki penjaga rumah ibadah yang tetap bertahan.
Sebuah perahu penyelamat datang menjemputnya tapi lelaki itu menolak, “Terimakasih,” katanya, “Tuhan bersama saya, saya akan bertahan di sini.”
Hujan terus turun, banjir semakin tinggi, datang lah perahu kedua menjemput laki-laki yang kini duduk di atas atap rumah tapi lelaki itu menyahut, “Terimakasih,” katanya,“Saya masih mempunyai iman…”
Hujanpun turun semakin deras, permukaan air semakin tinggi, lalu datang lah perahu ketiga menjemput, kini lelaki yang hanya berpegangan erat pada tiang antene ini menyahut, “Saya masih punya iman,” katanya menolak dijemput.
Akhirnya banjir menyapu bangunan tersebut dan lelaki penjaga itu tewas terseret air bah.
Di akhirat lelaki yang nahas itu bertemu dengan malaikat. “Saya sudah sedemikian kokoh dengan iman saya, tapi kenapa Tuhan tak kunjung menolong?” protesnya.
“Tidak menolong bagaimana?” bantah si malaikat, “Bukankah Dia sudah mengirim tiga perahu penjemput?”
(Berdasarkan posting: Sudi Purwono)
TUHAN PUN MENJAWAB DOANYA
Seorang lelaki diberi tahu, bahwa ukuran yang digunakan Tuhan dan manusia itu sangat berbeda. Misalnya, waktu seribu tahun bagi manusia, bagi Tuhan hanyalah sedetik saja. Satu juta rupiah bagi manusia, bagi Tuhan hanyalah satu sen saja.
Penasaran dengan ini, akhirnya lelaki tadi berdoa dengan khidmat agar Tuhan memberi tahu soal ini.
“Ya, Tuhan, apakah betul seribu tahun bagi saya hanya satu detik bagiMU?” Tanya lelaki itu.
Tiba-tiba terdengar suara guntur dari langit dan suara yang menggelegar. “Ya, betul!”
“Aha!” seru lelaki tadi kegirangan, lalu ia melanjutkan lagi bertanya, “Apakah betul uang satu juta rupiah bagi kami, bagiMU hanya satu sen saja?”
Kembali awan bergemuruh, petir menyambar-sambar, lalu terdengar lagi suara dari langit, “Ya, betul, anakku!”
Sekarang, dengan sedikit berhati-hati lelaki tadi lantas berdoa, “Ya, Tuhan, berilah saya rejeki satu sen saja …..”
Dan Tuhan menjawab langsung, “Baik, tunggulah sedetik lagi!”
(Berdasarkan posting: Sudi Purwono)
HASTA BRATA versi PEMIMPIN SEMPRUL
• BUMI. Pemimpin harus memiliki sifat bumi yaitu lemah, lembek, tapi suka bikin gara-gara lewat gempa bumi yang tidak bermutu, bikin rakyat kacau seperti gabah ditampi.
• MATAHARI. Pemimpin itu harus menerangi rakyat sampai silau oleh pola pencitraannya yang berlebihan.
• BULAN. Pemimpin harus melankolis, suka lagu atau film cengeng favorit cewek remaja dan ibu rumah tangga yang menganggur selesai masak.
• BINTANG. Ia berkelip-kelip jauh di luar negeri, ketika situasi negerinya gonjang-ganjing, terutama jika dirinya akan dijadikan sasaran kritik atau merasa terancam.
• SAMUDERA. Sifatnya menggelora tidak pada tempatnya, sehingga sering membik-membik mau menangis di depan guru, veteran, dan mungkin juga para penghuni lapas.
• AIR. Dia harus mencuci tangan sesering mungkin supaya namanya tetap “harum” sebagai tokoh yang santun, lembut, welas-asih. Biarkan kesalahan itu menimpa punggawanya. Ini harus dilakukan dengan marah-marah di depan publik, supaya yakin benar dan rakyat tahu, walau rakyat sudah tahu sifatnya yang naif ini.
• ANGIN. Pemimpin menganggap kritik, saran, sebagai angin lalu, karena merasa dirinya seorang intelektual tak ada tolok-tandingnya di bumi, dan bergelar akademik banyak.
• API. Suka kebakaran jenggot, terutama bila merasa harga dirinya diserang, merasa akan dibunuh orang walaupun sekadar gambarnya dirusak orang jahil. Itu cukup untuk memedihkan hatinya yang lemah.
(Berdasarkan posting: M Djoko Yuwono)
Udin, “Neneng istriku, puasa kali ini banyak banget godaannye deh.”
Neneng, “Masa iye Bang..apa aje??”
Udin, “Iye, Neng...kemaren abang ngojek bawa penumpang cewe bahenol banget...sambil tangannye nyikep pinggang abang....tapi abang singkirin...inget masih puasa..”
Neneng, “Alhamdulillah....”
Udin, “Di tengah jalan, tuh cewe minta turun sebentar, abang ngerem, eh tuh cewe malah mepet....abang maju aje, biar gak nyenggol....inget masih puasa...trus, jalan lagi. Nah pas di tanjakan, tuh cewe mau nyikep lagi....abang bilang aje, sori lagi puase...”
Neneng, “Hmmm...trus..trus.. bang...”
Udin, “Sampe rumahnye, abang disuruh mampir dan disuguhi air, abang kagak mau. Nah, di rumahnye ternyata sepi...katenye suaminye lagi ke luar kota.... Trus tuh cewe narik abang ke kamar.....”
Neng, “Trus abang masih inget kalo puasa?....”
Udin, “Nah, tuh die masalahnya Neng....pas diseret ke kamar....pas banget BEDUK MAGRIB....”
(Berdasarkan posting: Wasito Djati Pribadi)
ENAM PRESIDEN memang KKN
Sukarno : Kanan Kiri Nona2 cantik
Suharto : Kaya Karena Negara
Habibie : Kecil Kecil Nekat
Gus Dur: Kanan Kiri Nuntun
Mega : Kritik Kritik No comment
S B Y : Kena Kibul Nazaruddin
(Berdasarkan posting: Tris Sakeh)
DILARANG SELAMA PUASA
Perlu anda ketahui !!
Khususnya untuk Wanita ...
Bahwa ada Beberapa produk Mie yang tidak boleh dikonsumsi selama Bulan Puasa, di antaranya adalah :
- Mie kirin suami orang lain
- Mie jitin suami tetangga
- Mie ting berdua dengan suami orang lain
- Mie pisin kepala orang
- Mie lih2 baju utk lebaran tapi gak jadi beli, cuma ngacak2 doang
- Mie ndahin motor org dgn paksa ke rumah sendiri
- Mie sahin pasangan suami istri biar cerai
- Mie-nta cerai dan ingin kawin lagi dgn Ngkong2 yg udah peyot ...
SEMOGA SEMOGA SEMOGA
Semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
Mari kita PREMIUM (Prei Makan dan Minum)
Juga SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
Dan MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
Serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
(Berdasarkan posting: Wasito Djati Pribadi)
KENAPA TUHAN TIDAK KUNJUNG MENOLONG?
Banjir melanda sebuah kota kecil. Semua penduduk lari mengungsi kecuali seorang lelaki penjaga rumah ibadah yang tetap bertahan.
Sebuah perahu penyelamat datang menjemputnya tapi lelaki itu menolak, “Terimakasih,” katanya, “Tuhan bersama saya, saya akan bertahan di sini.”
Hujan terus turun, banjir semakin tinggi, datang lah perahu kedua menjemput laki-laki yang kini duduk di atas atap rumah tapi lelaki itu menyahut, “Terimakasih,” katanya,“Saya masih mempunyai iman…”
Hujanpun turun semakin deras, permukaan air semakin tinggi, lalu datang lah perahu ketiga menjemput, kini lelaki yang hanya berpegangan erat pada tiang antene ini menyahut, “Saya masih punya iman,” katanya menolak dijemput.
Akhirnya banjir menyapu bangunan tersebut dan lelaki penjaga itu tewas terseret air bah.
Di akhirat lelaki yang nahas itu bertemu dengan malaikat. “Saya sudah sedemikian kokoh dengan iman saya, tapi kenapa Tuhan tak kunjung menolong?” protesnya.
“Tidak menolong bagaimana?” bantah si malaikat, “Bukankah Dia sudah mengirim tiga perahu penjemput?”
(Berdasarkan posting: Sudi Purwono)
TUHAN PUN MENJAWAB DOANYA
Seorang lelaki diberi tahu, bahwa ukuran yang digunakan Tuhan dan manusia itu sangat berbeda. Misalnya, waktu seribu tahun bagi manusia, bagi Tuhan hanyalah sedetik saja. Satu juta rupiah bagi manusia, bagi Tuhan hanyalah satu sen saja.
Penasaran dengan ini, akhirnya lelaki tadi berdoa dengan khidmat agar Tuhan memberi tahu soal ini.
“Ya, Tuhan, apakah betul seribu tahun bagi saya hanya satu detik bagiMU?” Tanya lelaki itu.
Tiba-tiba terdengar suara guntur dari langit dan suara yang menggelegar. “Ya, betul!”
“Aha!” seru lelaki tadi kegirangan, lalu ia melanjutkan lagi bertanya, “Apakah betul uang satu juta rupiah bagi kami, bagiMU hanya satu sen saja?”
Kembali awan bergemuruh, petir menyambar-sambar, lalu terdengar lagi suara dari langit, “Ya, betul, anakku!”
Sekarang, dengan sedikit berhati-hati lelaki tadi lantas berdoa, “Ya, Tuhan, berilah saya rejeki satu sen saja …..”
Dan Tuhan menjawab langsung, “Baik, tunggulah sedetik lagi!”
(Berdasarkan posting: Sudi Purwono)
HASTA BRATA versi PEMIMPIN SEMPRUL
• BUMI. Pemimpin harus memiliki sifat bumi yaitu lemah, lembek, tapi suka bikin gara-gara lewat gempa bumi yang tidak bermutu, bikin rakyat kacau seperti gabah ditampi.
• MATAHARI. Pemimpin itu harus menerangi rakyat sampai silau oleh pola pencitraannya yang berlebihan.
• BULAN. Pemimpin harus melankolis, suka lagu atau film cengeng favorit cewek remaja dan ibu rumah tangga yang menganggur selesai masak.
• BINTANG. Ia berkelip-kelip jauh di luar negeri, ketika situasi negerinya gonjang-ganjing, terutama jika dirinya akan dijadikan sasaran kritik atau merasa terancam.
• SAMUDERA. Sifatnya menggelora tidak pada tempatnya, sehingga sering membik-membik mau menangis di depan guru, veteran, dan mungkin juga para penghuni lapas.
• AIR. Dia harus mencuci tangan sesering mungkin supaya namanya tetap “harum” sebagai tokoh yang santun, lembut, welas-asih. Biarkan kesalahan itu menimpa punggawanya. Ini harus dilakukan dengan marah-marah di depan publik, supaya yakin benar dan rakyat tahu, walau rakyat sudah tahu sifatnya yang naif ini.
• ANGIN. Pemimpin menganggap kritik, saran, sebagai angin lalu, karena merasa dirinya seorang intelektual tak ada tolok-tandingnya di bumi, dan bergelar akademik banyak.
• API. Suka kebakaran jenggot, terutama bila merasa harga dirinya diserang, merasa akan dibunuh orang walaupun sekadar gambarnya dirusak orang jahil. Itu cukup untuk memedihkan hatinya yang lemah.
(Berdasarkan posting: M Djoko Yuwono)
Subscribe to:
Posts (Atom)





