<div style='background-color: none transparent;'></div>

Keberagaman Kebersamaan by Jitet Koestana

Keberagaman Kebersamaan by Jitet Koestana
HumOr Edisi: 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84 Januari - Desember 2018 - Tahun ke VII

Humor Itu Serius

Monday, February 5, 2018

Depan dari kanan: Permadi, SH; GM Sudarta, Arwah Setiawan, Darminto M Sudarmo


Oleh Arwah Setiawan 

Humor adalah suatu komoditi yang pengadaannya sekarang tidak terlalu mengkhawatirkan di Indonesia. (Dalam tulisan ini, kata “humor” dipakai dalam pengertiannya yang paling umum dan luas – segala rangsangan mental yang membuat orang tertawa).
Continue Reading | comments

Cogito Ergo Lego

Cartoon by Jitet Koestana

Saya Membaca Maka Saya Ada

Oleh Darminto M Sudarmo

Dahsyatnya bacaan memang bukan omong kosong. Saya teringat di masa kecil, sekolah dasar, di desa terpencil, sendirian (tidak punya teman yang punya minat serupa); begitu bisa membaca, saya baca apa saja. Truk lewat, papan nama, sobekan koran, majalah rusak, saya baca. Salah atau benar pengucapannya, saya tak peduli. Orang tua, kakak atau orang lain pasti akan membetulkannya. Ketika ada tulisan United States of America, berhari-hari saya salah mengucapkannya – menurut ukuran lafal bahasa Inggris --  akhirnya toh ada juga orang yang membantu menuntunnya, sepenggal demi sepenggal.
Continue Reading | comments

Mengobrol dengan Isteri

Thursday, February 9, 2017



Kartun by Jitet Koestana


Suatu hari Nasruddin Hoja bertanya kepada isterinya. "Tetangga kita, si Mahmud Agha itu, yang berjualan sandal, siapa namanya?"
"Lha, itu kan sudah kau sebut sendiri, " balas isterinya, "Namanya si Mahmud Agha."
"Astagfirullah, aku keseleo lidah " ujar Nasruddin. "Maksudku, aku ingin bertanya, apa pekerjaannya?"
"Ya, ampun! Kau kan sudah bilang juga, dia penjual sandal!" kata isterinya.
"Masak kamu tidak paham, wahai isteriku, di mana tempat tinggalnya?"
Isteri Nasruddin langsung menukas, "Pak, ada apa sih, denganmu hari ini? Kamu kan sudah bilang tadi, bahwa dia adalah tetangga kita."
Nasruddin Hoja menghela napas kesal, "Masyaallah. Sulit sekali mau mengobrol denganmu!"

(Sudi Purwono Baru)
Continue Reading | comments

Ciri-ciri Orang Stres Berat

Kartun by Jitet Koestana

Intermezo dari Didik Darsono

Ciri ciri orang stres berat
 
1. Di Warteg :
- Ada ayam Mbak?
- Ada Mas, mau pesen berapa?
- Usir Mbak! Saya mau makan.

2. Lagi apa Jon?
- Nulis surat buat Cila, Bu…
- Lho kamu kan belum bisa nulis?
- Gpp bu, Cila juga belum bisa baca.

3. Joni, kamu di teras ya? - Iya, Ma..
- Lampu terasnya hidup gak?
-Gak tau, Ma… Di sini gelap banget soalnya.

4. Jon! Siram bunga sekarang!
- Lagi ujan loh, Ma…!
- Jangan banyak alasan! Kan bisa pakai payung.

5. Ayah…
- Ya, Jon..?
- Berapa sih biaya untuk menikahi cewek?
- Kurang tau tuh Nak! Sampai sekarang ayah masih terus membayar ke ibumu.

6. Pah, si Joni nelen koin cepek! Cepat bawa ke dokter!
- Mama udah gila ya? Bayar dokter 200 ribu cuma buat ngeluarin koin cepek???

7. Mau pesen apa Bang Jon?
- Tehnya satu yaa Mbak…
- Manis gak Bang?
- Gak perlu manis, yang penting setia Mbak!

8. Hallo Pak polisi, saya Jon
- Ada yg bisa di bantu?
- Ada kecelakaan Pak!
- Di mana?
- Di TV Pak! Buruan lihat Pak, nanti keburu iklan...!

9. Bang..., lagi ngapain..?
- : Ngegambar
+ : Ngegambar apee...?
- : Segitiga sama kaki...
+ : Hebat loe bang..., gue ngegambar segitiga sama tangan aje suseh....

10. Bang..., bener di sini cuci mobil 24 jam....?
- : Bener mas....
+ : Gak jadi aahhh...!
- : Lhaahh..., kenapa emang...???
+ : Abis..., nyucinye lama amat ampe 24jam...!!, di-mane-mane juga gak sampe 1 jam.....??!!!

11. DITILANG POLISI
+ : Mana surat-suratmu....??!
- : Maaf pak..., saya sekarang udah gak pake surat..,
saya sekarang pake email..
+ : ".....????....".

12. MIMPI
+ : Gue mimpi dikejar-kejar anjing....
- : Udah-lahh...., cuma mimpi.., ayo tidur lagi...!
+ : Gak mau...!
- : Kenape....???!
+ : Takut anjing-nya masih nungguin....

13. NANYA ALAMAT
+ : Neng..., tinggal di-mana....???
- : Di-rumah bang...
+ : Bukan itu..., maksud-nya rumah-nya dimana...???
- : Ya di-tinggal-lah bang...!, masa saya bawa..

14. NASI GORENG
+ : Bang..., nasi goreng sepiring berapa....??
- : Waduh Neng...., gak pernah saya itung t
Continue Reading | comments

Lomba Kartun Internasional 2017

Bocoran dari Panitia: hingga tanggal 9 Februari 2017, bertepatan dengan Hari Pers Nasional, peserta yang masuk di lomba "Astra International Cartoon Contest 2017" sudah 29 negara (dari Austria hingga Uruguay, termasuk Indonesia). Hitung sendiri kalau rata-rata tiap negara terdiri atas 3 (tiga) kartunis, dan tiap kartunis mengirim 3 (tiga) karya kartun, maka jumlah kartun yang masuk ke Panitia bisa dihitung sendiri. Lomba ini akan ditutup pada 31 Maret 2017. Bisa tahan untuk tidak ambil bagian?



Continue Reading | comments

Menyejukkan Amerika kartun by Jitet Koestana


Continue Reading | comments

Demo Lagi Demo Lagi

Friday, November 11, 2016


Kartun by Dalcio Machado, Brazil

Continue Reading | comments

Horor Dimas Kanjeng





Darminto M Sudarmo

Tulisan ini mencoba melihat kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi dari perspektif yang lain. Sebuah perspektif yang mencoba menyingkap motif makro (narasi besar) dari seluruh sepak terjangnya dikaitkan dengan mitos Ramalan Jaya Baya.



Salah satu “kontroversi” dari Budaya Jawa yang di masa kini acapkali menuai pro-kontra adalah kesulitannya untuk terlepas atau melepaskan diri dari pengaruh mitos, mistik, dan takhayul. Kesenian wayang misalnya, kendati ia karya seni atau sebuah gubahan dalam bentuk karya sastra, mitologi, tetap diyakini sebagai bagian dari jiwa dan spirit masyarakat Jawa. Tetap aktual dan dianggap nyata.
            Tokoh Semar misalnya, ditempatkan dalam altar persepsi mistis, keramat dan suci. Begitu pula ketika masyarakat Jawa bersentuhan dengan sebuah karya sastra yang popular dikenal dengan istilah Ramalan Jaya Baya, maka sontak aura mistis langsung melingkupi atmosfer perwacanaannya. Apalagi kalau perwacanaan lalu meningkat ke Satrio Piningit atau Ratu Adil, maka nalar, akal sehat, logika ilmiah tak masuk dalam pertimbangannya lagi.
            Tulisan ini mencoba melihat kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi dari perspektif yang lain. Sebuah perspektif yang mencoba menyingkap motif makro (narasi besar) dari seluruh sepak terjangnya dikaitkan dengan mitos Ramalan Jaya Baya, Satrio Piningit atau Ratu Adil yang dipercaya sebagai sosok pemimpin yang bakal mengantarkan Nusantara ke zaman kejayaan dan keemasan; bahkan mengantarkan Indonesia menjadi mercusuar dunia!
            Dikatakan dalam sebuah nubuat, bahwa akan datang huru-hara besar, keadaan penuh bencana. Alam bergolak. Sebuah masa penuh dengan penderitaan. Kesewenang-wenangan merajalela. Orang-orang licik dan culas berkuasa, orang-orang baik tertindas dan menderita. Itulah yang disebut goro-goro besar. Setelah kekacauan benar-benar datang dan melanda seluruh negeri, maka revolusi pun meletus.
            Pada saat itulah muncul Satrio Piningit, sosok yang sekian lama dinanti-nanti. Ia segera meredam angkara dan menumpas para durjana. Ia datang untuk memperbaiki moral dan kehidupan manusia. Di bawah kepemimpinan Satrio Piningit Nusantara memasuki zaman baru, zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman keemasan Nusantara. Indonesia menjadi mercusuar dunia.
            Itulah bab-bab paling disukai dalam perwacanaan masyarakat para penanti Satrio Piningit. Masyarakat ini terus merenda impian datangnya sang satria dan harapan akan terwujudnya perbaikan moral dan kehidupan bangsa. Mereka terus mencermati situasi, tetapi impian dan harapan itu tak pernah terjadi. Mereka tak pernah lelah dan menyerah meski kekecewaan datang bertubi-tubi.
            Syahdan, dalam kerinduan yang begitu mendalam, datanglah sesosok satria tampan gagah perkasa. Ia sakti mandraguna. Berbusana megah bak seorang raja. Memiliki kemampuan memimpin dan berkomunikasi dengan makhluk gaib dan dapat mendatangkan harta -- uang maupun  perhiasan -- dalam jumlah besar-besaran. Orang pun berharap dan menduga-duga, diakah Satria Piningit yang dinanti selama ini? Maka berbondong-bondonglah masyarakat yang kalap dan histeris itu menumpukan nasib dan harapannya kepada sang satria.
            Namun, belum terobati rasa lapar dan haus yang membakar jiwa, satria pujaan mereka tersandung kasus pidana. Digelandang petugas dan kini menghuni penjara. Sejumlah tuduhan dialamatkan kepadanya. Bagaimana nasib sang satria selenjutnya? Semua menanti dan bertanya-tanya.
***
            Melihat kasus Dimas Kanjeng dari sisi yang berbeda, akan membukakan kita melihat suatu pemandangan yang pasti juga berbeda. Dalam konteks ini, bisa disimpulkan bahwa ia merupakan salah satu dari ratusan orang lain yang juga menjadi korban kesurupan gede rasa mitos Satria Piningit atau Ratu Adil.
            Banyak orang mengaku-aku sebagai Satrio Piningit, banyak orang menyesuaikan dirinya agar mirip atau memiliki ciri-ciri sebagaimana yang dinubuatkan dalam Jangka Jayabaya (Raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157). Seperti kita ketahui dalam jangka (ramalan) itu disebutkan bahwa Indonesia akan menjadi mercusuar dunia, bila Satrio Piningit telah hadir dan memimpin bumi Nusantara.
            Gede rasa budaya itu semakin menyebar dan merajalela manakala melihat kondisi Indonesia tak kunjung maju dan sejahtera. Bahkan dari sisi tertentu justru terlihat kecenderungan  yang mencemaskan: tata nilai terbalik-balik, rasa malu sirna, hati nurani mati, kekerasan dan memaksakan kehendak jadi pilihan, laku lajak dan koruptif makin membudaya, dan banyak lagi lainnya.
            Maka ramai-ramai orang mengaku sebagai Satrio Piningit dengan maksud siap mengantarkan Nusantara menjadi mercusuar dunia: Negara yang maju, adil-makmur, jaya, aman, sentosa dan sejahtera. Mereka dengan berbagai versi dan bertempat di berbagai lokasi, bertekad menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar Ratu Adil.
            Ciri-ciri umum Satrio Piningit adalah: cerdas, jujur dan berperilaku lurus atau benar. Ciri lain ia juga memiliki kemampuan mendatangkan atau mencairkan harta bangsa Indonesia yang tersimpan di dalam atau luar negeri. Jumlahnya luar biasa besar. Berbentuk uang, emas/platinum lantakan, maupun sertifikat deposito di bank asing. Pengadaan atau pencairannya dapat dilakukan lewat jalan gaib maupun manual-konvensional (logis-rasional).
            Di sinilah kalimat kunci yang kemungkinan besar dimanfaatkan sebagai motif andalan “visi-misi” yang disuarakan secara khusus oleh Dimas Kanjeng dan para pengikutnya di lapis atas atau para sultan, menurut istilah di padepokan tersebut. Merekalah yang menghubungi orang-orang tertentu (berharta banyak) di seluruh Indonesia untuk disentuh rasa nasionalisme dan kepedulian kebangsaannya untuk turut serta menyelamatkan Indonesia tercinta. Sentuhan itu akan makin menarik minat masyarakat karena disertai janji akan dikembalikan dalam jumlah berlipat ganda.
            Promosinya tentu saja mengatakan bahwa harta berlimpah milik bangsa Indonesia itu, baik yang berasal dari gaib dan nyata, maupun dari partisipasi masyarakat lewat ajakan para pengikutnya, dimaksudkan untuk membayar semua utang negara dan membangun Indonesia sehingga menjadi negara yang maju, adil-makmur, jaya, aman, sentosa dan sejahtera. Bahkan menjadi mercusuar dunia!
            Niat menjadi Satrio Piningit, niat mengembalikan kedaulatan dan harga diri bangsa Indonesia sudah tentu sebuah niat yang mulia -- para “santri” menyebut Dimas Kanjeng dengan sebutan Yang Mulia -- namun niat membuat jahitan di kantung jubah tempat menyelinapkan uang dan perhiasan guna melakukan atraksi sulap murahan justru mementahkan kredo besar yang dideklarasikannya. Apalagi perjalanan “suci”-nya direcoki sejumlah kasus pidana – penipuan dan pembunuhan – yang jauh dari cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.
            Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit memang disebutkan bahwa ia selalu mengalami kesengsaraan, sering dipermalukan, sial, dan nestapa (miskin). Namun bukan berarti kasus yang menjerat Dimas Kanjeng kini adalah sebuah pembenaran bahwa perjalanan hidupnya sesuai dengan yang diisyaratkan dalam ramalan Jayabaya. Seandainya ia tidak tersandung kasus sebagaimana disebutkan di atas, besar kemungkinan ia tak mungkin mau hidup sebagai orang sengsara, sering dipermalukan, sial dan (apalagi), miskin. Kenyataanya, sebelum tertimpa kasus, kehidupan sehari-harinya bergelimang harta dan kemewahan.           
***
            Mengapa mitos Satrio Piningit terus hidup dan membuntuti perjalanan bangsa ini? Sejujurnya, bila kita mau sedikit membuka telinga agak lebar, wacana tentang Satrio Piningit,  tentang Jangka Jayabaya, masih lekat dan dekat di benak sebagian masyarakat Indonesia kini. Mereka bisa datang dari kalangan bawah, menengah maupun atas sekalipun. Selama negara belum menyejahterakan rakyat, negara belum adil-makmur, selama itu pula harapan masyarakat masih ditumpukan pada datangnya Satrio Piningit atau Ratu Adil. 
             Mengapa masih ada orang-orang berpendidikan tinggi yang terbawa larut dalam wacana tersebut? Persoalan tentang Satrio Piningit adalah persoalan yang tak dapat dicerna dengan akal sehat pikiran manusia, dalih mereka selalu mengatakan bahwa ia menjadi domain gaib yang tidak terjangkau oleh akal manusia biasa. Bahkan relasi yang terjadi antara Probolinggo – Makassar yang begitu kuat, ternyata – entah kebetulan atau disengaja-sesuaikan -- juga sudah tertulis dalam Jangka Jayabaya bahwa Satrio Piningit adalah keturunan Jawa yang berasal dari seberang (Makassar).
            Uniknya lagi Jangka Jayabaya ini bersambung temali dengan ramalan Nostradamus (1503-1566) yang baris-baris tulisannya berbunyi: 1. Akan muncul agama baru dunia; 2. Dipimpin oleh seorang yang dikenali dengan panggilan laki-laki dari timur; 3. Dia muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga laut; 4. Kemunculannya menggemparkan Timur dan Barat; 5. Ketika muncul dia memakai serban biru (the blue turban); 6. Dia merayakan hari Kamis sebagai hari istimewa bagi dirinya.
            Dijelaskan, bahwa laki-laki dari timur itu adalah Satrio Piningit. Dia akan muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga laut. Satu-satunya negeri atau wilayah yang berada di pertemuan tiga laut adalah Sulawesi.
            Begitulah! Karena ramalan sudah tertulis, bahkan sejak ratusan tahun lalu, ia bisa saja menjadi sebuah skenario terbuka. Semua orang dapat mengaksesnya. Di antara para pengakses yang berjumlah ratusan ribu atau jutaan, bukan tak mungkin ada di antaranya yang kesurupan gede rasa, lalu menyiapkan diri. Lalu menjadi pelaku atau aktor dan melakukannya di pentas publik. Karena faktanya ia satria gadungan bahkan diikuti berbagai delik pidana, akhirnya tetap saja harus berurusan dengan pihak berwajib dan kewirangan!


Darminto M Sudarmo, Budayawan.



Continue Reading | comments

Humor Pedagang dan Dagangannya


Kartun by Tosho, Serbia

Pedagang yang TIDAK BISA DITAWAR adalah penjual roti. Promosinya: "Roti tawar... roti tawar..." tapi tidak boleh ditawar.

Pedagang yang PALING NEKAT adalah penjual gas. Sudah tahu jalanan menurun masih saja bilang "Gas... gas..." bukannya "Rem...rem..."

Pedagang yang KURANG KERJAAN adalah penjual nasi goreng. Nasi sudah matang masih saja digoreng.

Pedagang yang TIDAK KENAL KATA MENYESAL adalah penjual bubur. Nasi sudah menjadi bubur masih dijual juga.

Pedagang yang PALING ANEH adalah pedagang ikan. Ikan mati dibilang ikan segar.

Pedagang yang TIDAK BELAJAR MATEMATIKA yaitu tukang cetak foto. Ditanya 3X4 berapa, dia jawab 2500.

Jangan percaya sama iklan Pil KIta, walaupun itu milik kita tetep aja disuruh bayar waktu meminumnya.
Continue Reading | comments

Era Hidup Era Mati

Wednesday, April 6, 2016

Oleh: Prie Ge ES

Persaingan memang bisa mematikan. Tetapi jauh lebih banyak pihak yang mati karena kalah bersaing dengan dirinya sendiri katimbang karena bersaing dengan pesaing. Ketakutan kepada persaingan sungguh mirip ketakutan pada pesawat terbang. Banyak orang takut naik pesawat padahal jauh lebih banyak orang mati di tempat tidur katimbang di dalam pesawat.
Continue Reading | comments

Geger Charlie Heboh di Indonesia



Terpajang di rak toko buku beneran atau cuma hoax?


Oleh Darminto M Sudarmo

Tiba-tiba masyarakat Indonesia dikejutkan oleh berita terbitnya majalah Charlie Heboh, Salah satu media sosial menulis: Sebuah akun facebook Charlie Heboh dengan alamat www.facebook.com/charlieheboh/ telah muncul dan dinilai telah melakukan pelecehan terhadap Islam. Akun ini mengaku telah mengeluarkan produk majalah yang sampelnya telah dipajang di sejumlah toko buku terkemuka, di Jakarta.
Akun ini menampilkan sejumlah produk, di antaranya foto majalah Charlie Heboh yang berada di sebuah rak majalah bersama dengan sejumlah majalah lainnya. Cover depan majalah dalam rak buku itu adalah karikatur seorang mengenakan peci putih berjenggot  yang menyetubuhi seorang anak, yang disebelahnya terdapat boneka dan tas sekolah. Dst. dst. Selanjutnya anda dapat merujuk sendiri ke link berikut: http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/04/03/o51l1k318-majalah-charlie-heboh-lecehkan-islam-beredar-di-indonesia.
Continue Reading | comments

Tahun Monyet Tahun Tipu Muslihet

Saturday, February 13, 2016

Kartun Non-O

Lelucon-lelucon kiriman Ayah Sugriwan

Tahun 2016 memasuki tahun Monyet (yang dlm bhs Cina = KONG).

Berikut ini kamus mereka yg mungkin berguna bagi kita..

MONYET DICTIONARY
??
Monyet = Kong
??
Raja Monyet = King Kong
??
Rapat para Monyet = Kong gres
??
Tipuan Monyet = Kong Kali Kong
??
Monyet Tua = Eng Kong
??
Monyet Ngobrol = Kong Kow
??
Kerjasama Monyet = Kong Si
??
Pantat Monyet = Bo Kong
??
Monyet Kaya = Kong Lo me rat
??
Monyet Banyak Duit = Cu Kong
??
Kota tempat Kumpul Monyet2 = Hong Kong
??
Biskuit Monyet = Kong Guan
??
Snack Monyet = Sing Kong
??
Monyet yang nyata = Kong krit
??
Monyet nakal= Mo kong.
??
Monyet suka tidur = Bang kong
??
Monyet sakti = Sun Go Kong
??
Monyet jalan ngak lurus = Beng Kong
??
Ucapan selamat untuk monyet = KONG RE TU LE SYEN !



GARA GARA KAPSUL AWET MUDA

Pd suatu hari Bambang seorang dosen, yg sedang kuliah jurusan farmasi di Ohio - AS mengirim kapsul awet muda ke ibunya di Yogya.

Bambang pesan "Bu, ini kapsul awet muda, racikan profesor Ohio. Cukup 1 kapsul/hari."

Dua tahun kemudian Bambang plg ke Yogya. Sampai di rumah Bambang kaget, krn yg membukakan pintu adalah seorang cewek cantik dan masih muda sambil menggendong balita, Bambang sangat mengenali cewek tsb, ttp lupa dimana.

Cewek tsb bicara : " Bang aku ini ibumu "
Bambang baru inget dg kapsul awet muda yg dikirim bbrp th yg lalu.

" Wah, hebat sekali bu kapsulnya, disamping ibu jadi muda, ibu bisa melahirkan lagi bu ".

Ibunya menjawab : " Ngawur saja kamu Bang. Balita yang ku gendong ini... Bapakmu, dia minum kapsul 3 x sehari." .......
??
??
??
.....


TIK TAK HUMOR

1). Bang... lagi ngapain..?
- : Ngegambar
+ : Ngegambar apee...?
- : Segitiga sama kaki...
+ : Hebat loe bang..., gue ngegambar segitiga sama tangan aje susah....

2). Bang..., bener di sini cuci mobil 24 jam....?
- : Bener mas....
+ : Gak jadi aahhh...!
- : Lhaahh..., kenapa emang...???
+ : Abis..., nyuci-nye lama amat ampe 24jam...!!, di-mane-mane juga gak sampe 1 jam keleeeus.....??!!!

3). DITILANG POLISI
+ : Mana surat-suratmu....??!
- : Maaf pak..., saya sekarang udah gak pake surat..,
saya sekarang pake email..
+ : ".....????...."

4). MIMPI
+ : Gue mimpi dikejar-kejar anjing....
- : Udah-lahh...., cuma mimpi.., ayo tidur lagi...!
+ : Gak mau...!
- : Kenape....???!
+ : Takut anjing-nya masih nungguin....

5). NANYA ALAMAT
+ : Neng..., tinggal di-mana....???
- : Di-rumah bang...
+ : Bukan itu..., maksud-nya rumah-nya dimana...???
- : Ya di-tinggal-lah bang...!, masa saya bawa..

7). NASI GORENG
+ : Bang..., nasi goreng sepiring berapa....??
- : Waduh Neng...., gak pernah saya itung tuh nasinya....??!
+ : "....?????...."

8). Otong : ngapa tampang lo bro? Kusut amat..?
Udin : pusing gw sob.. Kartu ATM gw ketelen..
Otong : Haah..??? Nih.. Buru2 minum air putih yg banyak Bro.. Biar kagak seret..!
Udin : ........

9). GURU : Udin, coba ceritakan sejarah soekarno.
UDIN : Gak ah pak
GURU : Loh, knp?
UDIN : Kata kakek saya, gak baik ngomongin org yg sudah meninggal


OBAT AJAIB..
Sepasang kekasih lagi berduaan di ruang tamu... Ngobrol asyiik sambil nonton acara di TV ;

Cewek:"Bang, bibir Neng kena sariawan...jadi agak susah ngomong...".
Cowok:"Sini biar abang cium, pasti sembuh... (tu cowok kemudian mencium bibir pacarnya)
Cowok:"Gimana rasanya ???".
Cewek:"Enaak bang...tapi sekarang kok leher Neng yang jadi sakit gini...".
Cowok:"Sini biar abang cium, pasti sembuh (tu cowok lalu menciumi leher pacarnya)
Cowok:"Gimana sekarang rasanya..???".
Cewek:"Wow...sakitnya hilang Bang...tapi koq sakitnya jadi pindah ke dada Neng ya..???"
Cowok:"Kalau gitu biar abang ciumin dada Neng yaa...???".

Tiba-tiba nenek si cewek yang dari tadi mendengar pembicaraan itu, muncul dan berkata ....:
"Eh Tong, loe bisa sembuhin bisul dipantat gue gak ya..? kayaknya loe punya mulut ajaib tuh......."
??
??
??
si Entong pura2 pingsan...kapok.lho
??
??

WARISAN

Ada Seorang suami sedang sekarat di ruang ICU, dikelilingi oleh dua putra, satu putri dan istrinya.

Dia berkata: "Aliong, kamu putra tertuaku mewarisi Apartemen Menteng."

Kepada putrinya: "Amoi, kamu perumahan Kelapa Gading Indah."

Kepada si bungsu: "Amsiong sebagai anak bungsu, kamu perkantoran di Mulia Tower Lantai 4 s/d 15."

Tak ketinggalan kepada istrinya: "Moi Thang kamu istriku yang baik mendapatkan tiga komplek perumahan mewah di Pantai Indah Kapuk."

Suster perawat yang mendengar itu jadi takjub dan bilang ke istrinya: "Wow Bu, Ibu sungguh beruntung! Walaupun Bapak cuma pengusaha susu kacang ijo tetapi sangat kaya, bisa mewariskan semua hartanya untuk keluarganya."

Istrinya berkata: "Kaya Endas mu....
Beruntung apanya !!!
Kamu gak tau yach ???
Yang diwariskan itu adalah rute ngantar susu kacangnya tau !!! "

Suster: "... ???
??
????

Kartun Non-O

Continue Reading | comments

Menunggu Ending RUU KPK


Kartun by GM Sudarta - Kompas

Continue Reading | comments

Setali Tiga Uang - Kartun by No-O







Continue Reading | comments

NIIS = ISIS


Kartun GM Sudarta - Kompas

Continue Reading | comments

ZONA GELAP


Kolom PRIE GS

Dari seorang lulusan SD yang menjadi tersangka karena merakit televisi sampai ke seorang tukang las penemu tangan robot yang kemudian dijuluki manusia besi, telah membawa Indonesia ke sebuah teka-teki. Teka-teki pertama, sanggupkah negeri ini mengelola para genius lokal hasil dari derita hidup itu. Kriminalisasi pada perakit televisi semata-mata dari sudut pandang pelanggaran hak cipta telah mendesak para netizen untuk menggalang dukungan. Hak cipta adalah persoalan penting, tetapi merawat bakat adalah juga persoalan tak kalah penting.

Kini telah lahir pilar kelima dalam demokrasi: Facebook dan Twitter. Semula pilar itu hanya tiga: Eksekutif, Legislatif, Yudikatif. Ia tak cukup tanpa media, maka jadilah media sebagai yang ke empat. Media konvensional kini sedang habis-habisan menata diri melawan apa yang yang disebut ‘’media sosial’’ (jejaring sosial). Pilar kelima itulah yang di hari-hari ini menjadi unsur penekan paling atraktif pemerintah. Kini dari gubernur sampai presiden telah mudah memperolah jalan bebas hambatan untuk menuju informasi paling inti: lewat akun pribadi. Kini, pejabat publik tanpa akun Twitter dan Facebook, akan berada dalam zona gelap. Pejabat ini akan kesulitan menentukan posisinya di antara medan bahaya. Ia sepenuhnya gelap pada kedudukan kawan dan lawan.

Sepintas lalu, tanpa jejaring sosial pejabat publik seolah-olah aman dan luput dari kegaduhan. Mereka terhindar dari hiruk pikuk dpujian sampai makian. Tetapi bahayanya ialah: mereka sama sekali akan miskin panduan memahami keadaan. Kesadaran para kepala daerah untuk mudah diakses lewat akun pribadi, membuat mereka adalah juga seorang netizen. Apa yang ramai ditulis di linimassa Tiwtter dan di tembok Facebook adalah keramaian yang terpampang jelas di tembok mereka. Maka jika netizen sedang membela seseorang, pembelaan itu akan didengar hingga ke jantung kepentingan. Menyangkut perakit televisi yang kini telah mendapat lisensi itu, teka-teki pertama telah dijawab dengan baik oleh Indonesia. Tetapi apakah ini jawaban teknikal atau jawaban fundamental, butuh kita uji lima tahun mendatang. Jawaban teknikal adalah sekadar menjawa agar sebuah isu secepatnya reda. Jawaban fundamental adalah jawaban yang menyangkut tata kelola peradaban, bagaimana Indonesia merawat para genius ini.

Teka-tekai kedua adalah manusia besi, The Iron From Bali yang tangan robotnya segara menjadi viral di berbagai pemberitaan termasuk televisi. Belum cukup ia menuai puja-puji, serangkaian opini telah dengan cepat mengritis lengan robotnya yang terlalu sempurna bekerja, sementara lembaga-lembaga riset raksasa saja baru sanggup menyediakan lengan robot yang kaku dan mekanik. Maka keraguan bahwa tangan robot ini adalah sebuah sensasi, mulai menjadi penyimbang di linimassa.

Sementara pihak yang bersangkutan menyikap kontroversi ini dengan santai. Teka-teki kedua ini belum lancar kita jawab. Verifikasi kepada Wayan The Iron Man itu adalah tindakan sangat sederhana dalam dunia jurnalisme dan langsung akan menjernihkan persoalan. Tetapi sampai saya menulis kolom ini, publik belum memperoleh fakta yang memuaskan. Artinya, jejaring sosial cepat sekali berempati, tetapi seperti lambat melakukan ferivikasi. Atau, kecepatan adalah ugas internet, sementara akurasi adalah tugas media cetak. Inilah mungkin jalan tengah agar kedua media yang berbeda ranah ini kembali hidup berdampingan dan saling bebagi peran.
Continue Reading | comments

Renungan untuk Indonesia


Kartun Non-O

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020

Beberapa waktu lalu, saat Muktamar, Haedar Nashir mengeluarkan pernyataan bahwa Muhammadiyah akan mencoba memberi pemahaman keagamaan yang tidak perlu tafkiri (saling mengafirkan). Kami akan mendorong adanya dialog antarpaham yang berbeda, termasuk Sunni dan Syiah, dengan mengajak umat bicara hal yang lebih substantif. Ritual keagamaan kita cukup kaya. Namun, kami khawatir kalau keagamaan serba ritual tanpa substansi, itu seperti kembang api, bercahaya tetapi tak bisa membawa perubahan signifikan pada kesadaran moral. Berapa banyak orang pergi naik haji, berapa banyak orang shalat, berapa orang pergi beribadah, tapi kalau indeks korupsi makin tinggi, lalu orang gampang tersulut gara-gara persoalan kecil, ya, sama saja. Seharusnya agama itu menjadi kekuatan otentik untuk menghadirkan kesalehan yang bisa membawa suasana damai, peduli, rasional, dan maju.(Kompas, 4 Okt 2015)


Bagaimana dengan gerakan tajdid Muhammadiyah?

Haedar Nashir: Saya tidak muluk-muluk, ambil yang moderat. Sekarang kita sudah punya fikih pembaruan, ada fikih anti korupsi, fikih air, fikih kebencanaan, fikih Al Maun, ada banyak. Sebenarnya itu kontekstualisasi dari tajdid. Kalau dulu fikih hanya urusan wudu, urusan ibadah, kalau sekarang ditarik ke urusan kontekstual.
Fikih air itu luar biasa dampaknya. Air mengalami privatisasi, air dikomoditaskan, ini, kan, membahayakan masa depan bangsa. Nah, fikih air ini mengajarkan umat untuk menghemat air. Salah satu cara menghemat air adalah mengambil air wudu cukup satu kali, tidak perlu tiga kali. Selain itu juga nanti kami mencoba mendorong Majelis Tarjih untuk memformulasikan fikih jihad. Ini penting karena banyak pembelotan terhadap makna jihad. Supaya makna jihad tidak dipersempit menjadi sekadar perang, kekerasan, dan semacamnya. Fikih kekuasaan juga penting untuk dijadikan landasan political behavior para pemegang kekuasaan. Lebih jauh lagi, fikih antarmazhab juga penting, bagaimana memberikan landasan perlunya toleransi dalam memandang perbedaan antarmazhab.


Indonesia dalam Catatan

Di sisi lain, utang luar negeri Indonesia meningkat pesat, terutama utang swasta. Besar utang swasta yang pada akhir 2011 sebesar 83,789 miliar dollar AS meningkat 27 persen menjadi 106,732 miliar dollar AS pada akhir 2012. Akhir 2013, utang luar negeri swasta meningkat 18,28 persen menjadi 126,245 miliar dollar AS.

Buruknya hubungan akademisi dengan industri itu disebabkan kurangnya saling pengertian dan kepercayaan di antara lembaga-lembaga tersebut. Industri menilai akademisi tak paham kebutuhan, tak membumi, dan terlalu birokratis. Sementara akademisi memandang industri terlalu serakah dan tidak idealis.

Terdapat tiga hal yang diidentifikasi sebagai kelemahan tenaga kerja. Pertama, penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Indonesia yang terbuka dalam hal perekonomian, perdagangan, dan kebudayaan mau tidak mau harus menguasai bahasa yang menjadi penghubung antarbangsa untuk meningkatkan posisi tawar.

Kedua, kepemimpinan. Faktor ini sangat berperan dalam mengambil keputusan mengenai apa yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Mampu bersikap kritis dan tidak sekadar patuh atau taat kepada penguasa atau kekuasaan. Terakhir, keterampilan dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

Secara umum, Indonesia belum bisa mengoptimalkan potensi bonus demografi. Meski penawaran tenaga kerja besar, kualitasnya masih rendah. Rata-rata lamanya sekolah penduduk usia dewasa (25 tahun ke atas) berdasarkan Susenas 2014 baru mencapai 7,9 tahun, setara kelas II SMP. Akibatnya, sekitar 64 persen angkatan kerja berpendidikan SMP ke bawah. Hanya 6,78 persen berpendidikan sarjana atau lebih tinggi. Tingkat pendidikan pun secara kuantitas bervariasi antardaerah. Secara kualitas terjadi kesenjangan antara desa dan kota.

Di pendidikan tinggi, prioritas utama bukan jumlah, melainkan kualitas pendidikan. Selama ini, pendidikan tinggi belum mampu memberdayakan yang dididik. Tingginya tingkat pengangguran menjadi bukti setelah pendidikan ditempuh, anak didik justru kian tergantung. Mereka lebih menanti kesempatan kerja daripada membuka lapangan usaha. Data terakhir, terdapat 128,3 juta orang angkatan kerja, tetapi kesempatan kerja hanya bagi 120,85 juta orang.

Tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 321 juta jiwa. Jumlah yang besar itu harus disertai dengan penduduk yang tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Continue Reading | comments

Radikal - Radi Nakal


Kartun Non-O

Continue Reading | comments

Keknya Hampir Mirip, ya?


Continue Reading | comments

Meme Minte Pulse, Fafa Minta Saham

Friday, November 20, 2015

Evaluasi akhir tahun gegar meme di media sosial ternyata didominasi tokoh-tokoh berikut iini. (Copas dari Google dan Media Sosial)



















Continue Reading | comments

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi
Untuk informasi pemesanan silakan klik gambar cover tsb.
 
Copyright © 2011. Majalah HumOr . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger