<div style='background-color: none transparent;'></div>
Home » » Catatan Agustusan

Catatan Agustusan

Oleh Prie GS
Hampir setiap tgl 16 Agustus malam, entah kebetulan entah tidak, aku hampir selalu melayani undangan para bupati untuk bicara di pendapa kabupaten. Tahun ini giliran Purbalingga. Saya bahkan merasa tidak hafal nama Pak Bupati, tetapi begitu kami ketemu, ternyata kami pernah bertemu di pesawat. Beliau adalah mantan petinnggi sebuah bank tempat aku juga pernah bicara di kalangan mereka. Yang kuinngat, tiga tahun lalu aku berada di Kabupaten Blora. Pak bupati waktu itu membuka pidatonya dengan menegaskan Bahwa Blora adalah kabupaten termiskin di Jawa Tengah. ''Tetapi jangan takut, kalau hanya untuk memberi transport Mas Prie pulang, kami masih sanggup,'' kata Pak Bupati.

Sudah tentu, semua yang hadir tertawa. Saya juga. Tetapi dalam hati saya sebetulnya berimpresi secara sunguh-sungguh atas pembukaan itu. Sepanjang perjalanan, tidak cuma ke Blora, aku selalu tergerus oleh rumah-rumah miskin di pinggir jalan. Kadang-kdang ada ayam dan kambing kurus di depan rumah, kadang-kadang kulihat orang tua yang duduk murung di teras rumah mereka yang muram.

Perjalananku ke wilayah kabupaten, yang paling mengasyikkan adalah menatap rumah-rumah miskin di pinggir jalan itu. Asyik? tentu tidak. Asyik dalm arti, itulah melulu yang menjdi konsentrasiku. Pertama, karena potret kemiskinan negeriku maish tercermin lewat pemandangan ini. Kedua, aku sendiri mengalami kemiskinan semacam itu. Aku pernah ke Kabuoaten Paser Penajam, Grogot Kalimatan Selatan.

Melewati desa-desa terpencil dengan rumah sendirian di pinggir hutan, sungguh mendatangkan bermacam-macam perasaan. Seandainya anak dan istriku yang tinggal di rumah terasing itu, sementara aku harus senantiasa bepergian mencari nafkah. Jika pikiran kudramatisir seperti itu, berpenderanlah wajah anak-anak dan istriku. Sering aku diam-diam menahan haru dan mencoba untuk tidak menangis. Aku tidak tahu apakah kedatanganku di aneka pendapa kabupaten itu ada gunanya. Tetapi pesan yang kutangkap dengan jelas di hati ialah, betapa luas ini negara dan betapa kita banyak tugas!

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi
Untuk informasi pemesanan silakan klik gambar cover tsb.
 
Copyright © 2011. Majalah HumOr . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger