<div style='background-color: none transparent;'></div>

HumOr Edisi 38 Tahun Keempat, Februari 2015

HumOr Edisi 38 Tahun Keempat, Februari  2015
Quo Vadis KPK?- Kartun Non-O

Yang Penting Hepi by Non-O & Zaenal

Wednesday, January 28, 2015











Continue Reading | comments

Kacaunya Dunia Perfilman



Kacaunya Dunia Persilatan


Baru dua hari tayang di bioskop, film “Kacaunya Dunia Persilatan” disomasi. Film yang menampilkan tokoh pendekar legenda seperti Si Buta Dari Goa Hantu, Wiro Sableng dan Mantili tersebut dianggap melanggar hak cipta. Si Buta Dari Goa Hantu yang diperankan Tora Sudiro, tak disetujui oleh PT Bumi Langit selaku pemilik hak cipta Si Buta Dari Goa Hantu. Akhirnya, pihak PT Bumi Langit melayangkan somasi terhadap Skylar Picture selaku rumah produksi film Kacaunya Dunia Persilatan.

Dalam film tersebut tokoh Si Buta Dari Goa Hantu disebut dengan nama pelesetan (parodi) Si Buta Dari Gua Buat Elu.

Melihat sekilas tayangan triler Kacaunya Dunia Persilatandi You Tube, sosok Si Buta sama sekali tidak mengingatkan kita pada figur Ratno Timoer yang dulu sering memerankan Si Buta dari Goa Hantu versi komik Ganesh TH di film-film layar lebar.

Si Buta Taro tampak sosok si buta standar. Pakaian pun tidak memakai kulit ular merujuk pada pendekar buta yang bernama asli Barda Mandrawata. Tambahan lagi film tersebut mengaku bergenre komedi. Sebuah pilihan genre yang memungkinkan memelesetkan tokoh fiksi atau superhero dari manapun. 

Jangankan Wiro Sableng dan Mantili. Kapten America, Wonder Wowan, Superman, Spiderman, Hulk sampai bahkan Mister Bean didatangkan dan ditampilkan dalam cerita film tersebut oke-oke aja selama logika dan nalar cerita memenuhi kaidah dan argumen lelucon. Natural, tidak dipaksakan apalagi direkayasa. Apalagi kalau  Si Buta Dari Goa Hantu sudah berubah sebutan menjadi Si Buta Dari Gua Buat Elu. Secara faktual dan delik perkara jelas beda. Oleh karena itu somasi dari PT Bumi Langit kepada si buta versi film Skylar Picture agak berlebihan dan tak tepat sasaran.

Dunia komedi, dunia parodi, pelesetan adalah dunia khas, tujuannya tak lain tak bukan hanya untuk mendatangkan tawa penonton. Saya belum menonton film Kacaunya Dunia Persilatan” secara utuh. Apakah target film tersebut benar-benar mencari perhatian dan tawa penonton? Bukan menjual pesona dan daya tarik adegan persilatan an sich?
 
Kalau benar, “Kacaunya Dunia Persilatan” berada dalam main business  film komedi dan secara isi juga konsisten dengan rilis yang diberitakan, itu berarti ia sudah berada dalam track yang benar. Beda kalau misalnya jualan film komedi, isinya justru mengambil dan memanfaatkan tokoh-tokoh popular dunia persilatan dengan mendompleng isu supaya jualannya laris, itu jelas beda. Itu namanya “Kacaunya Dunia Perfilman”.

Di manapun di dunia ini, aturan main membuat parodi supaya ngefeks tawanya, wajib bagi si kreator untuk menampilkan sosok yang sudah sangat popular di masyarakat. Semakin terkenal tokoh yang diparodikan, semakin cepat dan efektif komunikasi yang terjadi.(Odios).

Penulis aktif di komunitas Studi Humor Indonesia Kini (ihik3.com)
Continue Reading | comments

Kapita Selekta Pilisia - Kapeka


Kartun GM Sudarta Kompas


Kartun GM Sudarta Kompas


Kartun Didie SW Kompas


Kartun Jitet Koestana Kompas

Continue Reading | comments

Trending Mode Berdasarkan Tahun Periode


Berdasarkan posting: wdp

Continue Reading | comments

Perampok Profesional


Jangan Bergerak. Uang ini milik negara, hidupmu milikmu.



Sewaktu terjadi perampokan di Guangzhou, China, perampok bank berteriak ke semua orang di bank: "Jangan Bergerak. Uang ini milik negara, hidupmu milikmu." Semua orang di bank menunduk dengan tenang. Ini yang disebut "Konsep Mengubah Pikiran" Mengubah cara berpikir yang konvensional.

Ketika seorang wanita berbaring di meja secara provokatif, perampok berteriak padanya, "Beradablah, Ini perampokan, bukan pemerkosaan!" Ini yang disebut "Profesional", fokus hanya kepada apa yang kamu dilatih untuk..

Ketika para perampok kembali ke rumah, perampok yang lebih muda (lulusan S2) berkata kepada perampok yang tua (lulusan SD): "Bang, ayo kita hitung berapa yang kita dapat." Perampok yang lebih tua bilang "Bego banget lo. Duitnya banyak gitu kok, pasti lama ngitungnya. Malem ini lihat aja di TV bakal memberitahu berapa yang kita rampok dari bank!" Ini yang disebut "Pengalaman." Sekarang pengalaman lebih penting dari gelar..!

Setelah perampok pergi, manajer bank bilang pada supervisornya untuk menelpon polisi secepatnya. Tetapi supervisor berkata: "Tunggu! Ayo kita ambil $10juta dollar lagi dari bank untuk kita dan tambahkan ke $70juta dollar yang sudah kita ambil dari bank".

Ini yang disebut "Sambil Berenang Minum Air." Mengubah keadaan tak baik menjadi keuntungan Anda!

Supervisor berkata: “Akan sangat bagus bila ada perampokan setiap bulan."

Ini yang disebut "Membunuh Kebosanan". Kebahagiaan personal lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya, berita TV melaporkan bahwa $100juta telah dicuri dari bank. Perampok itu terpana, mereka menghitung dan menghitung, tetapi yang mereka peroleh hanya $20juta dollar. Perampok sangat marah dan komplain "Kita merisikokan hidup kita dan hanya dapat $20juta dollar. Pekerja Bank mengambil $80juta dollar dengan santai. Sepertinya mendingan menjadi teredukasi daripada perampok!"

Ini yang disebut "Pengetahuan Bernilai Lebih Banyak dari Emas". Manajer bank tersenyum dan bahagia karena kekalahan di main saham dapat dibayarkan oleh perampokan yang terjadi. Ini yang disebut "Mengambil Kesempatan." Berani mengambil risiko!

Jadi siapakah pencuri sejati dan lebih profesional di sini? (Wasito Djati Pribadi)



Continue Reading | comments

Jangan Panik Masih Ada yang Menggelitik



Kartun M Najib

Umi Sakdiyah

Kulkas Baru

Hari Minggu kemarin, Paijo memergoki sebuah mobil bak terbuka mengantar kulkas ke rumah Juki. Kebetulan kontrakan mereka bersebelahan.

"Setahuku kamu itu bujangan, nggak pernah masak, alergi sama es, ngapain beli kulkas? Mau jualan es, ya?" tanya Paijo penuh selidik.

"Enggak, kok. Buat ngeringin baju sama sepatu. Kan sekarang musim hujan!"

"Kalo gitu, kenapa nggak beli mesin cuci aja?" lanjut Paijo keheranan dengan alasan Juki.

"Takut dikira mau buka laundry kiloan!" jawab Juki kesal.


Nonton Film
"Mau ke mana, Juki?" tanya Paijo melihat temannya sudah rapi jali.

"Mau nonton ke Blok M"

"Biasanya nonton dagelan di di Senayan" ujar Paijo heran.

"Di Blok M filemnya lagi seru, Jo! Cicak vs Buaya jilid 2"


Tiga Aturan Persilatan

Tiba-tiba Juki datang membawa mukanya yang masam. Padahal biasanya cuma ketiaknya saja.

"Nape lu, Juk?" tanya Paijo heran.

"Abis berantem sama Senior"

"Menang?"

"Kalah!"

"Makanye inget selalu pesan guru!"

"Pesan yang mana?"

"Itu, lho, tiga aturan persilatan :
1. Senior selalu benar
2. Senior tak pernah salah
3. Kalau senior salah, lihat aturan pertama"


DPR dan Deventer

"Wakil kita di DPR hebat-hebat ya, Jo?" ujar Juki sambil sarapan nasi sama orek tempe di warteg langganan.

"Hebat gemana?" sahut Paijo bingung.

"Ya, itu, giliran mbahas undang-undang untuk kepentingan rakyat, alotnya setengah mati, pake acara walk out sama mbanting meja. Tapi giliran milih Kapolri langsung oke, pake aklamasi segala," jelas Juki lagi.

"Ya nggak usah bingung, Juk! Mereka kan lagi menjalankan ajaran Van Deventer."

"Maksudnya?"

"Lha iya, kalau pemilihan Kapolri kan bisa buat mraktekin teori balas budi ajarannya Van Deventer. Kalau kita, wong cilik balas budinya paling lima tahun sekali, nggak penting banget!"


Ketemunya Black Box

"Woooiii... kotak hitamnya udah ketemu... " teriak Paijo, wartawan infotainment dari atas kapal. Matanya melotot girang ke arah sekoci yang sedang didayung petugas ke arah kapal.

"Mana... mana...?" sahut beberapa wartawan dan awak kapal berebut melihat ke arah yang ditunjukkan telunjuk Paijo.

"Wah... iya, bener! Itu kotak hitamnya. Lihat warna oranyenya jelas banget, kena pantulan sinar matahari!"

Sekoci itu pun semakin lama terlihat semakin jelas. Beberapa saat kemudian, mereka terbelalak.

"Lho, kok, ada gambar ikannya?" ujar orang-orang di geladak itu berbarengan.

Ternyata yang dikira kotak hitam itu hanyalah sebuah kotak penyimpan ikan berwarna oranye milik nelayan.


Murah Tapi Aman

"Jo, kalau naik pesawat pilih yang murah apa yang mahal?" tanya Juki iseng.

"Yang murah dan cepet, dong!" jawab Paijo sambil sarapan nasi uduk.

"Lha kalau murah tapi cepet masuk akherat, gimana?"

"Maunya sih yang murah, cepet, dan aman. Tapi nggak ada ya, di Indonesia?" tawar Paijo sambil cengengesan.

"Ada, tuh! Naik aja pesawat telpon, murah dan aman!" sahut Juki kesal.


Penyebab Jatuhnya Air Asia

"Ikut berduka cita ya, Jo, atas jatuhnya Air Asia," ujar Juki syahdu.

"Sebenarnya tuh penyebab jatuhnya pesawat itu keteledoran manajemen Air Asia. Lha wong nggak punya izin trayek kok malah jalan aja. Harusnya mereka kasih ganti rugi tuh, nggak cuma buat keluarga yang ditinggalkan, tapi juga kepada Basarnas, TNI/Polri yang ikut repot melakukan evakuasi, juga buat keluarga para petugas yang harus deg-degan ditinggal suaminya bertugas," sahut Paijo berapi-api.

"Kalau menurut aku, sih, yang paling salah itu Gatotkaca! Dia lalai menjalankan tugas!" sambung Juki tak mau kalah.

"Lho, kok, bisa?"

"Lha, iya! Yang bertugas patroli di udara kan si Gatot, harusnya kalau Air Asia itu nyalahi trayek, mbok ya dikejar, terus disemprit, suruh balik lagi ke bandara," jawab Juki kalem.

"Ooo... pantesan. Lha wong waktu itu Gatotkaca lagi main catur sama aku!" kata Paijo merasa bersalah.


Tris Sakeh

Kisah IBU lebih penting daripada ISTRI

Di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), ada seorang pria yang kehilangan ISTRInya karena terpisah.
Dia bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang menangis karena terpisah juga dari IBUnya.
Akhirnya mereka sepakat untuk bersama-sama mencari.
Si Pria itu bertanya:
"Ayahmu nggak ikut?"
"Ayah sudah meninggal tahun lalu.."
''Ibumu ciri-cirinya seperti apa, Nak?''
''Ibu saya tingginya 172cm,
Badannya langsing,
Kulitnya putih,
Pakai rok mini kuning,
Wajahnya cantik seperti Sophia Latjuba,
Dadanya seperti Julia Perez,
Dan pakai sepatu hak tinggi seperti Jennifer Lopez...''
Si Pria terperanjat... ''Haaahhh... Trus ?''
''Kalau ISTRI om ciri-cirinya seperti apa ?''
''Ahh..Ngga penting..
Ayo kita cari aja IBUMU dulu, Nak....."







Continue Reading | comments

Antara Pesimisme dan Optimisme by Non-O





















Continue Reading | comments

Humor Issue

Loading...

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi
Untuk informasi pemesanan silakan klik gambar cover tsb.
 
Copyright © 2011. Majalah HumOr . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger