<div style='background-color: none transparent;'></div>

Cartoon Lex Franco Brazil

HumOr edisi V Mei 2012

Monday, April 30, 2012

Kartun Jitet Koestana - Design: dms

Gaji
Mula-mula orang mengenalnya sebagai upah, lalu pendapatan, lalu salary. Tapi orang sekarang lebih suka dengan istilah take home pay. Artinya, gaji yang bersih dan berwibawa.

Naik
Kelakuannya bisa ditebak; kalau ia berhubungan dengan gaji, orang jingkrak-jingkrak kegirangan, tapi kalau berkaitan dengan harga kebutuhan sehari-hari, langsung orang mencak-mencak kegerahan.

Harga
Sebenarnya ia netral dan fleksibel; celakanya, justru karena begitu itu, nasibnya lebih banyak susah dan jadi kambing hitam.

Disesuaikan
Cara halus untuk menonjolkan kesan, betapapun sakitnya "siksaan" harga naik, kalau diucapkan dengan santun dan berbudi, rasanya pasti lain, deh.

Bengong
Cara terbaik untuk merespon pameran lomba kejar-mengejar antara gaji dan harga naik!

Proteksi
Perlindungan pemerintah terhadap swasta dalam bidang niaga. Berhubung kesepakatan APEC: perlu adanya persaingan terbuka di pasar bebas, istilah itu langsung jadi masa lalu, gitcuuu!

Proposal
Benda ini repot membuatnya, tapi sekarang citranya lebih banyak jadi bahan guyonan.

Problem
Penggemar bidang ini biasanya suka ngomong, "No Problem" ke orang lain dan memang betul; karena, dia sendirilah yang menjadi biang segala masalah.


Ekonomi
Ilmu mengenai asas-asas pemanfaatan uang, tenaga, waktu, usaha dan sebagainya dengan idealisasi: modal dengkul untung berkarung-karung.

Ekonomis
Bersifat hati-hati di pengeluaran; tapi di pemasukan, ramahnya minta ampun.

Ekonom
Mestinya sih, ahli ekonomi; tapi kalau lagi sakit gigi, bawaannya marah-marah melulu.


Ekosistem
Lingkaran lucu: si kuat memangsa si lemah, tapi pada batas tertentu yang terjadi justru, si "lemah" memangsa si "kuat".

Eko
Emang apa lagi kalau bukan nama orang? Lagian artinya pun: cuma atuk!

Listrik
Sering diartikan bolam. Kalau bolamnya tidak nyala, orang bilang, "Wah, listriknya mati!"

Katoda
Tak ada hubungannya dengan Kateda. Kalau dipaksa juga artinya adalah: karate tonaga dasar.

Anoda
Sama dengan katoda, cuma jenis kelamin arusnya beda. Lha, Afrizal Anoda, lain lagi; ia, pernah main film.

Setrum
Perkawinan antara anoda dan katoda; kalau dipencet berbunyi: wouwwwwww!!!

Naik
Alasannya selalu berbunyi: berhubung kebutuhan bahan-bahan baku meningkat dan adanya laju inflasi, maka dengan ini: kami naik!

Turun
Ah, mustahil!

Swasta
Bukan negeri, bukan juga negara. Jadi...ya artinya begitu itu.

Kredit
Kredit adalah pinjaman lunak atau keras oleh bank atau perseorangan dengan jaminan: beres, deh!

Macet
Kredit macet adalah kredit yang ketahuan macet. Yang tidak, ya tenang-tenang saja.

Bank
Bank adalah terminal tempat uang nasabah datang dan pergi dengan aturan main tak lebih lucu dari terminal bus kota.

Referensi
Referensi adalah jaminan sakti meskipun abstrak, namun pengaruhnya, bisa membuat gemetar para bankir.

Bankir
Bankir adalah penguasa bank, meskipun pada praktiknya, ia adalah pelaksana dari sejumlah memo, referensi dan katebelece lainnya.

Suksesi
Suksesi adalah kata lain untuk: gantian, dong!

Sukses
Sukses adalah suka-suka terus walau ada ekses.

Sesi
Sesi adalah bagian daripada kesatuan. Isinya, obrolan yang bikin risi.

Seksi
Seksi adalah bagian daripada kesesatan. Penyebabnya, padat dan berisi.

Seks
Seks adalah bagian daripada lelucon. Suka ngelantur dan agak brengseks.

Sarjana
Konon sih termasuk kelompok orang-orang pandai, walaupun tidak selalu harus pandai menciptakan pekerjaan.

Balada Penganggur
Sungguh malang, sudah tak punya penghasilan; ketambahan lagi tak punya hari libur.

Pemeras
Sejak tugasnya digantikan mesin cuci, apa boleh buat, cari korban lain.

TKI
Kelompok manusia pemberani; berani menderita, berani makmur, berani miskin dan berani mati!

Oknum
Tugasnya selalu jelas: cari untung dari kemalangan pihak lain.
Continue Reading | comments

Dunia Ramai Karena Ini


Jitet Koestana

Gaji
Mula-mula orang mengenalnya sebagai upah, lalu pendapatan, lalu salary. Tapi orang sekarang lebih suka dengan istilah take home pay. Artinya, gaji yang bersih dan berwibawa.


Naik
Kelakuannya bisa ditebak; kalau ia berhubungan dengan gaji, orang jingkrak-jingkrak kegirangan, tapi kalau berkaitan dengan harga kebutuhan sehari-hari, langsung orang mencak-mencak kegerahan.


Harga
Sebenarnya ia netral dan fleksibel; celakanya, justru karena begitu itu, nasibnya lebih banyak susah dan jadi kambing hitam.


Disesuaikan
Cara halus untuk menonjolkan kesan, betapapun sakitnya "siksaan" harga naik, kalau diucapkan dengan santun dan berbudi, rasanya pasti lain, deh.

 
Bengong
Cara terbaik untuk merespon pameran lomba kejar-mengejar antara gaji dan harga naik!


Proteksi
Perlindungan pemerintah terhadap swasta dalam bidang niaga. Berhubung kesepakatan APEC: perlu adanya persaingan terbuka di pasar bebas, istilah itu langsung jadi masa lalu, gitcuuu!


Proposal
Benda ini repot membuatnya, tapi sekarang citranya lebih banyak jadi bahan guyonan.



Proyek
Sebuah nama yang jadi rebutan banyak orang; begitu dahsyat daya tariknya, sehingga lebih menarik daripada gadis yang paling cantik sekalipun. Bahkan, kadang kala seorang gadis dikorbankan supaya bisa mendapatkannya.


Program
Salah satu mata acara yang paling banyak penggemarnya. Setiap rapat kantor, pertama-tama pasti menyebut dia. Sebanyak-banyaknya, karena realisasi, biasanya kurang digemari.


Problem
Penggemar bidang ini biasanya suka ngomong, "No Problem" ke orang lain dan memang betul; karena, dia sendirilah yang menjadi biang segala masalah.


Tahun
Mengapa isinya 12 bulan dan dimulai Januari lalu diakhiri Desember? Ini pasti kerjaan orang-orang dulu yang iseng; padahal, boleh saja satu tahun sama dengan 18 bulan, contohnya: gaji pegawai swasta bonafid.


Baru
Sulit dibuat pengertian yang pas, karena sangat tergantung kapan dan bagaimana kita mengatakannya.


Bulan
Contoh pemberian porsi yang lucu. Ada yang dijatah 28, ada yang 29,  30, ada pula yang 31.


Minggu
Sering membuat orang bingung membedakan nama hari atau kumpulan hari yang jumlahnya tujuh.

 
Hari
Ternyata bukan monopoli waktu, karena hari Mukti, hari Roesli, hariman Siregar dan lain-lain juga suka dipanggil hari.

 
Ekonomi
Ilmu mengenai asas-asas pemanfaatan uang, tenaga, waktu, usaha dan sebagainya dengan idealisasi: modal dengkul untung berkarung-karung.



Ekonomis
Bersifat hati-hati di pengeluaran; tapi di pemasukan, ramahnya minta ampun.

 
Ekonom
Mestinya sih, ahli ekonomi; tapi kalau lagi sakit gigi, bawaannya marah-marah melulu.

 
Ekosistem
Lingkaran lucu: si kuat memangsa si lemah, tapi pada batas tertentu yang terjadi justru, si "lemah" memangsa si "kuat".

 
Eko
Emang apa lagi kalau bukan nama orang? Lagian artinya pun: cuma atuk!



Listrik
Sering diartikan bolam. Kalau bolamnya tidak nyala, orang bilang, "Wah, listriknya mati!"



Katoda
Tak ada hubungannya dengan Kateda. Kalau dipaksa juga artinya adalah: karate tonaga dasar.

 
Anoda
Sama dengan katoda, cuma jenis kelamin arusnya beda. Lha, Afrizal Anoda, lain lagi; ia, pernah main film.

 
Setrum
Perkawinan antara anoda dan katoda; kalau dipencet berbunyi: wouwwwwww!!!

 
Naik
Alasannya selalu berbunyi: berhubung kebutuhan bahan-bahan baku meningkat dan adanya laju inflasi, maka dengan ini: kami naik!

 
Turun
Ah, mustahil!



Swasta
Bukan negeri, bukan juga negara. Jadi...ya artinya begitu itu.




Swadaya
Upaya sendiri, tidak pake bantuan, apalagi ngutang dari negara lain. Kalo Niaga Swadaya itu nama distributor di Gunung Sahari, Jakarta.

 
Swa Sembada
Biasanya sih, nama majalah bisnis; bukan bisnis majalah.

 
Swalayan
Buat nama toko sih, enak. Tapi untuk yang lajang, duda dan janda, sungguh terkesan gimana gitu.

 
Swami
Nama grup musik country yang sekali muncul, dan ternyata nggak muncul-muncul lagi.

 
Kredit
Kredit adalah pinjaman lunak atau keras oleh bank atau perseorangan dengan jaminan: beres, deh!


 
Macet
Kredit macet adalah kredit yang ketahuan macet. Yang tidak, ya tenang-tenang saja.



Bank
Bank adalah terminal tempat uang nasabah datang dan pergi dengan aturan main tak lebih lucu dari terminal bus kota.



Referensi
Referensi adalah jaminan sakti meskipun abstrak, namun pengaruhnya, bisa membuat gemetar para bankir.

 
Bankir
Bankir adalah penguasa bank, meskipun pada praktiknya, ia adalah pelaksana dari sejumlah memo, referensi dan katebelece lainnya.

 
Suksesi
Suksesi adalah kata lain untuk: gantian, dong!

 
Sukses
Sukses adalah suka-suka terus walau ada ekses.

 
Sesi
Sesi adalah bagian daripada kesatuan. Isinya, obrolan yang bikin risi.

 
Seksi
Seksi adalah bagian daripada kesesatan. Penyebabnya, padat dan berisi.



Seks
Seks adalah bagian daripada lelucon. Suka ngelantur dan agak brengseks.

 
Sarjana
Konon sih termasuk kelompok orang-orang pandai, walaupun tidak selalu harus pandai menciptakan pekerjaan.


Balada Penganggur
Sungguh malang, sudah tak punya penghasilan; ketambahan lagi tak punya hari libur.

 
Pemeras
Sejak tugasnya digantikan mesin cuci, apa boleh buat, cari korban lain.

 
TKI
Kelompok manusia pemberani; berani menderita, berani makmur, berani miskin dan berani mati!

 
Oknum
Tugasnya selalu jelas: cari untung dari kemalangan pihak lain.

(dms)
Continue Reading | comments

Krisis Budi Pekerti


Prie GS
Sudah lama pendidikan budi pekerti dilenyapkan dari sekolah, sudah tak terhitung berapa banyak pihak yang meratapi kehilangan ini, tetapi sekolah kita tetap pada pendiriannya. Mata pelajaran itu tak layak ada. Ini artinya, di mata sekolah, pelajaran itu remeh adanya. Kini, secara sosial, Indonesia harus menghadapi realitas yang amat mencengangkan: krisis budi pekerti yang dari ke hari grafiknya terus meninggi.
Kolom ini ditulis bersamaan dengan kematian dua orang remaja (dan kematian remaja lainnya yang luput dari media) hanya gara-gara mempertahankan handphone-nya. Akibatnya: para perayah handphone itu langsung mencabut celurit dan memburai usus korbannya. Belum cukup, datang lagi temannya, ikut mencincang tubuh itu sebagai pesta solidaritas bersama, dan setelah itu ia mandi dan tidur sangat nyenyak. Ia baru bangun setelah polisi mencokoknya. Sambil digelandang pun anak itu masih belum penuh kesadarannya. Hampir selalu, seluruh cerita berdarah semacam ini ditutup dengan satu tersangka utama: alkohol.
Benar, anak-anak itu memang menggila karena pengaruh alkohol. Tetapi alkokol itu hanya sebuah titik dari sederet panjang garis yang tidak sederhana, yang panjang prosesnya, dan bertali-temali variabelnya. Saya bayangkan, anak-anak yang diasuh alkohol itu adalah anak-anak yang nyaris tanpa asuhan sama sekali di manapun dia berada.
Di rumah, mereka tidak pernah bertemu pendidikan melainkan hanya bertemu kemiskinan dan kekacauan. Ada bapak yang sudah miskin, menganggur, masih pemalas pula. Sudah pemalas, masih doyan berjudi pula. Sudah judi gemar mabok pula dengan rajin memukuli istri sebagai selingan hariannya.
Di televisi, anak-anak ini bertemu acara dengan rating sebagai tujuan akhirnya. Maka apapun isinya, asal tingi ratingnya, ia akan menjadi hiasan abadi di televisi. Karenanya anak-anak yang bahkan kesulitan membayar uang sekolah itu, harus histeris mengirm SMS untuk memenangkan idola mereka di berbagai lomba. Lalu mereka dilatih untuk cuma sibuk terpana pada prestasi pihak lain sambil lupa mengurus prestasi mereka sendiri.
Di koran-koran, mereka membaca aneka berita tentang pejabat negara yang hampir setiap kali menjadi terangka. Mereka mendengar ada jembatan ambrol sebelum waktunya, ada anggota dewan nyabu di sana, terima suap di sini, dan berforo mesra di situ. Di jalan, mereka melihat motor kreditan merajalela dan adab berkendara yang nyaris kanibal pada etika.
Di sekolah, mereka hanya sanggup bertemu dengan sekolah-sekolah murah, karena cuma sekolah itu yang mau menerima. Apakah sekolah ini berbaik hati? Tidak, karena memang cuma anak-anak terpaksa saja yang datang pada mereka. Tetapi adakah sekolah ini layak diberi beban mengasuh anak-anak yang bahkan keluarganya sendiri gagal mengurusnya? Jangankan mengurus murid, bahkan membayar gaji guru-gurunya saja, sekolah ini sudah sangat bersusah payah.
Tetapi jangankan sekolah yang dianggap buruk mutu, di sekolah yang dianggap baik mutu saja, mudah saja ditemukan aneka praktek tidak bermutu. Tapi jangankan cuma sebuah sekolah, semutu apapun sebuah, jika cuma sebuah, kuat apa ia melawan sistem pendidikan yang kepalang kaprah, yang sibuk mengurus proyek katimbang mengurus budi pekerti. Jadi, pelajaran yang amat kita butuhkan itulah yang justru pejaran yang secara sadar kita lenyapkan.
Continue Reading | comments

Kemesraan Ini Semoga Cepat Berlalu by Joko Luwarso


Continue Reading | comments

Gemuruhnya Para Buruh

riekediahpitaloka.com

Continue Reading | comments

Musyawarah untuk Nekad

riekediahpitaloka.com

Continue Reading | comments

Berantas Korupsi

Jim B Aditya


Continue Reading | comments
 
Copyright © 2011. Majalah HumOr . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger