<div style='background-color: none transparent;'></div>

Keberagaman Kebersamaan by Jitet Koestana

Keberagaman Kebersamaan by Jitet Koestana
HumOr Edisi: 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84 Januari - Desember 2018 - Tahun ke VII

Tri Rismaharini di Mata Sarlito W Sarwono

Wednesday, February 19, 2014


Visual: Adiyoso.Indonesia



Saya tidak kenal dengan Ibu Wali Kota Surabaya. Bertemu langsung juga belum pernah, walau hanya dari kejauhan. Saya hanya mengenalnya dari media massa yang memang sering memberitakan kegiatan-kegiatannya dalam membangun kota metropolitan nomor dua se-Indonesia itu.

Tetapi saya sangat terkesan atas wawancara Ibu Risma dengan Najwa Shihab dalam acara ”Mata Najwa” yang ditayangkan pada 12 Februari 2014. Saya fokus betul mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibirnya dan mengamati setiap gerak tubuhnya dan mimik wajahnya, bahkan tetesan airmatanya.
Kesimpulan saya: Tri Rismaharini adalah sebuah fenomena luar biasa! Sebetulnya tidak ada yang luar biasa dari tampak luarnya. Tubuhnya tidak tinggi semampai seperti Sophia Latjuba (yang belakangan dikabarkan comeback ke Indonesia dan langsung membuat heboh infotainment), tidak juga secantik Ibu Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.
Tubuh Risma kekar berbalut jilbab dan jarinya tidak lentik bak penari, melainkan bulat-kuat seperti jari-jemari ibu-ibu petani yang biasa memegang pacul (ini saya perhatikan ketika Ibu Risma menghapus air matanya).
Dia juga tidak pandai bersilat lidah seperti Farhat Abbas, bahkan tidak pandai bicara (apalagi bicara diplomatis) seperti anggota DPR. Dia bukan politisi, atau pengacara.
Dia hanya seorang arsitek dan mantan Kepala Dinas Pertanaman dan Kebersihan di Kota Surabaya (tipikal PNS dan birokrat yang kebetulan mengurus taman dan sampah Surabaya).
Tetapi dia tahu betul apa yang dikatakannya dan bisa mempertanggung jawabkan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Inilah contoh konkret dari ”satunya kata dengan perbuatan”.
Dari ceritanya kepada Najwa, saya mengambil kesimpulan bahwa Risma sangat religius. Religiositasnya sangat berbeda dari religiositas Wali Kota Bengkulu Helmi Harun, yang menjanjikan umrah dan haji gratis serta hadiah mobil Kijang Innova dan Honda CRV buat masyarakat yang paling rajin salat subuh berjamaah di masjid.
Spontan keesokan harinya masjid dipenuhi oleh calon-calon peserta umrah/haji bermental matre (apalagi buat PNS diwajibkan datang, dicatat kehadirannya dan kena sanksi kalau tidak hadir).
Religiositas Risma nampak dari intuisinya yang kuat, yang menurut Risma sendiri merupakan petunjuk Tuhannya. Tuhan setiap hari memberitahu kemana dia harus pergi hari itu, ke barat atau ke utara, maka dia pun pergi ke arah itu, dan selalu dia menemukan warganya yang sedang bermasalah.
Seperti anak telantar di pinggir jalan yang membutuhkan bantuan Dinas Sosial, pelacur berumur 60 tahun yang masih praktek dengan langganan anak-anak SD( karena ia mau menerima bayaran Rp1.000-2.000), atau banjir yang ketika ditelusuri penyebabnya adalah pagar orang yang membuat air mampat (maka spontan dia suruh bongkar pagar itu).
Maka ketika dia ditanya oleh Najwa, ”Masih tegakah Ibu mengundurkan diri sebagai wali kota, walaupun sudah menerima 51 penghargaan dan calon wali kota terbaik dunia? Apa yang saya harus katakan kepada warga Surabaya?” Pecahlah tangis Risma. Dia kasihan kepada jutaan warga Surabaya yang masih perlu bantuannya. Tetapi dia juga tidak mau, sebagai wali kota, mengetahui adanya warganya yang masih menderita dan dia tidak berbuat apa-apa.
”Nanti kalau saya dipanggil dan ditanya Tuhan (dia lebih banyak menggunakan istilah ‘Tuhan’ daripada ‘Allah’) dan saya tidak bisa menjawab, saya tidak akan masuk surga. Saya tidak mau tidak masuk surga!” Alangkah religiusnya, walaupun tidak sepotong ayat pun keluar dari bibirnya.
Risma (yang hanya ibu rumah tangga dan senang keluar makan malam dengan suami dan anak-anaknya) jelas jauh religius daripada ustaz-ustaz kondang yang memasang tarif jutaan rupiah sekali taushiah, yang menolak hadir jika tarifnya tidak disepakati, dan punya rumah mewah dan motor gede dan sering masuk infotainment.
Tetapi ketika acara ”Mata Najwa” direkam, tampaknya tekanan untuk tidak mundur belum terlalu kuat, dan ketika ditanya oleh Najwa Shihab, Risma masih jelas-jelas menyatakan bahwa dia tidak berani untuk berjanji kepada rakyat Surabaya untuk tidak mundur. Mengapa begitu? Risma sendiri menyatakan bahwa dalam bekerja dia selalu melibatkan emosinya.
Capek sekali memang, tetapi itulah yang bisa membuatnya berempati pada kesusahan orang lain dan karenanya ia bisa merespons sampai tuntas, tas. Di sisi lain, pelibatan emosi inilah yang juga menyebabkannya  tidak kuat menghadapi persoalannya dengan Wakil Wali Kota, Wisnu Sakti Buana, yang baru-baru ini dilantik tanpa kehadiran Risma (dengan alasan sakit).

Sarlito W Sarwono, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Continue Reading | comments

Diskusi Tan Malaka yang Menghebohkan


Oleh Sunardian Wirodono

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka, lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 dan meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949, pada umur 51 tahun. Beliau seorang aktivis kemerdekaan Indonesia, filsuf kiri, pemimpin Partai Komunis Indonesia (Warisan Tan Malaka, Tempo Interaktif 11 Agustus 2008), pendiri Partai Murba, dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Dia ‘kan PKI? Kalau pun dia PKI, terus kenapa? Apakah misalnya kalau dia PKI, dan kemudian saya yang membaca namanya kemudian menjadi PKI, menjadi komunis, anti-Tuhan terus jadi musuh FPI? FPI ini siapa sih, kok tiba-tiba menjadi penting banget? Siapa sih di belakangnya? Siapa yang nyuruh? Siapa yang mendanai? Apa tujuannya? Apa kepentingannya dibenturkan dengan Tan Malaka?

Tan Malaka adalah pahlawan nasional, dan dia lebih penting bagi Indonesia daripada FPI, dan ormas-ormas yang tiba-tiba bernafsu melarang diskusi tentang Tan Malaka. Diskusi kok dilarang, goblog banget. Kalau dibiarkan (dan pemerintah bersekutu dengan ormas macam ginian), nanti banyak fakultas ilmu budaya dasar, yang mengajarkan sejarah, bisa dilarang mengadakan perkuliahan, kecuali mau mengajarkan sejarah yang sesuai akidah sakinah mawadah warrahmah.
Apakah Sutan Malaka ini seorang atheis? Kan dia guru ngaji yang juga hafal Alquran, dan bukankah sekarang ada kriteria gubernur dan bupati yang tidak hafal Alquran adalah cacat mental? Hadeh. Luweh.

Yang pasti data Sekretariat Negara berdasar Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963, Tan Malaka adalah seorang pahlawan kemerdekaan Nasional. Dan ini adalah data negara, yang sampai sekarang sah berlaku, tidak ada perubahan. Masa’ pahlawan nasional ditandingin dengan perusuh dengan ideologi yang tidak menghargai keberagaman Indonesia?

Tan Malaka dikenal sebagai seorang revolusioner yang kesepian. Sang revolusioner seumur hidup, dan diketahui tak pernah menikah, apalagi poligami, Bib!

Meski demikian bukan berarti pria ini tak pernah jatuh cinta. Tan Malaka pernah ditanya salah seorang pengikutnya, Adam Malik, "Apa Bung pernah jatuh cinta?"

Tan pada Si Bung Kancil, mengakui pernah jatuh cinta kepada wanita. "Pernah. Tiga kali malahan. Sekali di Belanda. Sekali di Filipina dan sekali lagi di Indonesia. Tapi semuanya itu katakanlah hanya cinta yang tidak sampai, perhatian saya terlalu besar untuk perjuangan (Indonesia)," jawab Tan Malaka.

Hal itu diamini oleh SK Trimurti, istri dari Sajoeti Melik, "Ia (Tan Malaka) tidak kawin karena perkawinan akan membelokannya dari perjuangan. Ia bersikap penuh hormat terhadap perempuan. Ia juga tak pernah berbicara tentang perempuan dalam makna seksual. Dari sudut ini ia seorang yang bersih."

Dalam buku 'Tan Malaka: Pahlawan Besar yang Dilupakan Sejarah', Tan pernah jatuh cinta kepada satu-satunya siswi perempuan di sekolahnya, yakni Syarifah Nawawi. Cinta itu bertepuk sebelah tangan. Syarifah menikah dengan R.A.A. Wiranatakoesoema, Bupati Cianjur yang saat itu sudah memiliki lima orang anak.

Tan Malaka juga pernah memiliki kedekatan dengan Paramitha 'Jo' Abdurrachman pasca Proklamasi Kemerdekaan RI. Paramitha berkenalan dengan Tan Malaka saat masih tinggal di rumah Soebardjo, Menteri Luar Negeri RI pertama, tahun 1945. Tan sangat menyukai kepintaran Pramitha bermain piano.

Setelah Tan Malaka tak lagi tinggal di rumah Soebardjo, Paramitha masih kerap bertemu dengannya. Paramitha memiliki rasa kasih dan cinta terhadap Tan Malaka . Ia kerap berbincang lama dan memberi perhatian lebih kepada Tan. Namun, keduanya tak sampai menuju pernikahan.
Di Belanda, Tan Malaka juga dikabarkan pernah menjalin hubungan dengan gadis Belanda bernama Fenny Struyvenberg. Mahasiswa kedokteran itu bahkan kerap datang ke rumah sewa yang ditinggali Tan Malaka .

Sementara Tan Malaka dalam biografinya "Dari Penjara ke Penjara Jilid I' sempat menyinggung kedekatannya dengan seorang gadis Filipina bernama Carmen, yang menolongnya dalam pelarian, hingga sukses masuk ke negeri itu. Namun sayang kedekatan antara Tan Malaka dan Nona Carmen tak gamblang dijelaskan.

Tan Malaka memang bertolak belakang dengan Soekarno. Tak hanya dari cara memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tapi juga soal kehidupan pribadi dan perempuan.

Peneliti sekaligus penulis buku Tan Malaka, Harry A Poeze mengatakan, dalam pelariannya di luar negeri, Tan Malaka sempat berhubungan khusus dengan sejumlah wanita. Namun sadar sebagai tokoh gerakan radikal yang diburu oleh dinas rahasia negara kapitalis seperti Amerika Serikat, Inggris dan Belanda, ia tak mungkin bisa menikah. "Tan Malaka bilang saya orang gerakan radikal dan diburu selalu. Saya harus bisa meloloskan diri karena itu gak ada waktu untuk berkeluarga. Ini nasib seorang revolusioner," kata Poeze dalam sebuah diskusi.

Jika pun disebut oleh Tan, para perempuan yang pernah dekat itu disebutnya sebagai kekasih Belanda, kekasih Rusia, kekasih Filipina dan sebagainya.

Mungkin itu nasib seorang revolusioner yang ingin berbuat bagi kepentingan orang banyak, harus rela mengorbankan kepentingannya, "Barangsiapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan dirinya sendiri," kata Tan Malaka.

Continue Reading | comments

Laporan Pandangan Maksa


Efek Erupsi Kelud di Yogya - Azhar Muhammad

Larangan yang Mengandung Doa - Fahmi Aja Aah

Continue Reading | comments

Warung Sodaqoh


Nyata-tanpa obral kata - Foto: Wahyu Hidayat

Continue Reading | comments

Dari Habibie hingga Hepatitis Parpol


Kartun Non-O


BJ Habibie

Nyesel banget kemarin nggak nonton BJ Habibie yang muncul di TV. Dia idola saya sejak kecil. Inget banget dulu kalau main tebak-tebakan siapa orang paling pintar se Indonesia pasti jawabannya Habibie. Apalagi setelah nonton film Habibie dan Ainun jadi tergambar jelas siapa tokoh ini sebenarnya.

Dari dulu saya penasaran kenapa orang sehebat dia kok tidak dipercaya jadi presidan RI sama anggota dewan yang terhormat. Akhirnya kemarin saya ketemu sama saudara yang mantan anggota Badan Intelijen Nasional (BIN). Ia membocorkan rahasia negara yang sudah sepuluh tahun lebih disimpan rapat-rapat.

Menurutnya, Habibie tidak dipercaya jadi presiden RI karena ukuran tubuhnya yang tergolong mungil. Para petinggi Senayan khawatir, dengan tubuhnya tersebut Habibie tidak akan mampu menginjak ke bawah, menyikut ke samping dan menjilat ke atas.

Umi Sakdiyah

 

Tragedi Kemarau Panjang

Wonosobo adalah kota dingin di lereng Sindoro-Sumbing. Sebuah kota indah yang eksotis. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegera yang berkunjung kesana. Oleh karena itu sektor pariwisata menjadi andalan utama pendapatan daerah selain sektor pertanian.

Tahun 2012 lalu, kota yang bersemboyan ASRI (aman, sehat, rapi, indah) itu tidak asri lagi. Kemarau panjang melanda, pohon-pohon layu. Rumput-rumput pun menguning. Pendapatan di sektor pariwisata menurun drastis. Hal tersebut disebabkan karena kuda penarik delman wisata lemas gara-gara mogok makan. Mereka menolak melahap makanan kesukaannya karena berubah warna.

Bupati dan DPRD segera menggelar sidang istimewa. Dokter hewan, psikolog hewan dan pakar pakan ternak IPB juga hadir. Siswa SMU dan tokoh masyarakat pun diundang. Peserta rapat diminta untuk memberikan saran untuk mengatasi masalah tersebut. Satu persatu peserta mengajukan saran dan memrpaktekkan langsung sarannya tersebut ke kuda yang diikat di tiang bendera.

Tak satupun saran anggota sidang diterima Bupati karena kuda tetap menolak makan rumput. Akhirnya seorang siswa SMU maju mendekati kuda. Anehnya kudapun langsung makan dengan lahap. Seisi balairung terpana. Ternyata anak itu memakaikan kacamata hijau ke kuda. Sehingga semua rumput berwarna hijau.

Umi Sakdiyah
 
 

Imbas Erupsi Kelud

Waktu erupsi kemarin, abu vulkanik gunung Kelud mencapai kota-kota yang jauh. Bahkan di Kebumen gelap dan jarak pandang sangat dekat sampai jam 07.00 WIB. Sekda pun mengambil kebijakan meliburkan anak sekolah.

Ada sesuatu yang menarik dari fenomena alam tersebut. Ternyata tidak semua bagian kota terkena hujan abu yang cukup tebal. Dilaporkan bahwa hampir semua kantor DPD Parpol tidak disambangi abu gunung Kelud. Setelah dianalisis ternyata diketahui bahwa gunung Kelud memutuskan untuk Golput di pemilu 2014.

Umi Sakdiyah
 


BH

Untuk memperingati bulan bahasa, Menkominfo mengeluarkan Permen yang isinya antara lain melarang penggunaan istilah BB (blackberry) yang tidak sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan menggantinya dengan padanan yang tepat yaitu beri hitam (BH).

Teman saya yang seorang pakar bahasa Indonesia bertemu dengan koleganya yang seorang penulis wanita terkenal untuk membahas novel terbarunya yang akan segera diterbitkan. Setelah berbincang-bincang, pakar bahasa Indonesia itupun berpamitan.

Sambil berjabat tangan ia pun berkata, “Kalau Ibu berkenan, boleh minta pin BH?”

Plak…plak… Ia pun terbengong-bengong sambil mengusap pipinya yang kena tampar.

Umi Sakdiyah 
.
 

Wabah Hepatitis

WHO menyatakan Indonesia sebagai daerah endemik penyebaran virus hepatitis sampai-sampai presiden memberlakukan status waspada nasional. Untuk mengatasi hal tersebut dibentuklah tim pencari fakta yang terdiri dari para dokter dari IDI, peneliti universitas terkemuka, LIPI dan Kementrian Kesehatan.

Setelah sebulan mengadakan riset mendalam, Tim Pencari Fakta pun menemukan fakta yang benar2 mengagetkan, yaitu seluruh penduduk Indonesia terkena Hepatitis baik skala ringan, sedang maupun akut, hanya satu golongan saja yang tidak terkena wabah hepatitis yaitu golongan koruptor.

Presiden pun memanggil ketua Tim Pencari Fakta dan menanyakan penyebab koruptor kebal terhadap virus hepatitis, jawabanya adalah karena koruptor tidak punya hati.
 

Umi Sakdiyah


Parpol
 
Partai-partai politik milik penguasa lama yakin sekali akan memenangkan pemilu 2014. Capres-cawapresnya pun pasti akan terpilih.

Mereka sudah merekrut pakar hipnosis seperti Dedy Corbuzier, Denny Darko, Romy Rafael dan grup band Geisha untuk melumpuhkan ingatan masa lalu rakyat Indonesia.



Umi Sakdiyah
Continue Reading | comments (5)

Bencana Komplet GM Sudarta


Oom Pasikom - Kompas

Continue Reading | comments

Edan-edanan ala Wasito Djati Pribadi

Teks: Pujangga Abadi Navias Tanjung


Javenglish

This bengi, the mendung is gumandul on the sky. The gluduks sound jlegar-jleger like mercon.The lightning mak kerlap many times. My memeyan is kabur up to my window because kesebul the wind. The trees geyal-geyol also almost fall.
The rain sound gemrojog nang nduwure roof. It is very mbebayani. Now I’am afraid celingukan alone while crying2 in my room. I miss you so much my junjungan heart. Instead of lholhak-lholhok alone. I heard sound of klenengan. I’m getting curigo. I check it it out. Damn, it was hot wedang jahe seller! I’m running jumpalitan to the wedang jahe seller, then I call him and tuku sak mug beg.
Then I sruput it until entek. Now I’m heavily mbleneg.


Parikan Koplak Saru-saru Lucu

Wajik kletik gulone jowo..
Wulune sithik, barange dowo.. (uwoh kimpul)

Pitik walik nguntal watu..
Wes nganggo gaya molak-malik kok ora metu-metu.. (nguthik-utik celengan)

Sego gurih lawuhe sate usus..
mulo-mulone perih barbare bludhas bludhus.. (tindik)

Penyakit tedun tambane suket..
Munggah mudhun marai kemringet.. (push up)

Becik ketitik olo rupamu..
digoyang sithik ben cepet metu.. (arisan)

Weruh wong gemblung marai mules..
Nduwur diambung, kok ngisore teles.. (nggendong bayi)

Kue putu diwadahi piring..
Nek ra metu-metu, jajal karo miring.. (kuping kelebon banyu)

Tuku wedhus disumbangke wong mlarat, dikocok terus suwe-suwe muncrat. (Coca Cola)

Ono marmut lungguh nang dingklik, bubar dimut trus dadi cilik. (permen).

Pring cagak radio, soyo jengking soyo jero (wong macul)..

Tuku rokok minakjinggo. miring penak jengking nggih monggo (adu jangkrik)
Mak Sripit... ngombe wedang ... barange njepit regane larang

Neng merbabu nonton wayang.. nek wis mlebu terus digoyang..
Pitik walik saba kebon. Pasti jempalik nek wis klebon... bar ngegoalké bal nang gawang.
Tuku areng kanggo masak klepon. Pasti nggereng nek wis klebon...(nyetater mobil)



Continue Reading | comments

Galeri Foto-foto Edun


Foto: breakingnewz

Foto Posting:Akmal Qarasy


FotoPosting: Ed Widiarto

Continue Reading | comments

Parade Kartun Opini Non-O S Purwono







Continue Reading | comments

Buku Satir Sosial Politik

Monday, February 3, 2014



Data Buku


Judul: Republik Badut
Penulis: Darminto M Sudarmo
Genre: Satir - Humor Dosis Tinggi
Cetakan : Beranda
Tebal : 240
Ukuran : 14 x 17 cm
Kertas : Book Paper
ISBN : 978-602-99277-8-8
Harga : Rp. 52.000,-
Deskripsi : ... Hanya di “Republik Badut” elit penguasanya mulai dari presiden, menteri, penegak hukum, aparat keamanan, dan anggota dewan yang katanya terhormat bisa dijabat oleh sekelompok badut-badut. (Tiyok, kartunis/illustrator Harian Media Indonesia)

Pemesanan buku dapat dilakukan langsung SMS/Phone ke Admin Beranda 085649710793 atau lewat toko-toko online sbb:


Aneka komentar sahabat tentang buku Republik Badut klik di sini!

Continue Reading | comments

Banyak Jalan Menuju Senayan


Kartun GM Sudarta - Kompas

Continue Reading | comments

Emang Gue Pikirin


Kartun GM Sudarta - Kompas

Continue Reading | comments

Kisah tentang Athiam dan Ahwa


Ini bukan di Taman Eden, tapi Taman Edun. Visual: Rw Mulyadi


Wasito Djati Pribadi
"Seandainya Adam dan Hawa adalah orang Tionghoa, namanya pasti akan menjadi "Athiam & Ahwa". Manusia pasti tidak akan jatuh dalam dosa, karena pada tau lah.. otak bisnis orang Tionghoa, begitu melihat buah apel pasti tidak akan segra dimakan tetapi djual di pasar, lumayaaaan cuan goceng,...

Ular pun gak akan sempat menggoda. Pasti akan cepat2 ditangkep, lalu dimasak ular cah fumak untuk ciakpoh. Hoo cuan ... Hoo chiak...

Dan, yang pasti, mereka tak akan menelantarkan Taman Eden jadi kosong karena langsung dibangun ruko atau apartemen Taman Eden Residence .....

Happy New Year. Gong Xi Fa Cai...
Continue Reading | comments (1)

Gunung Ngamuk, Banjir, Gempa, Hujan, Longsor, Beliung, Belum Kelar


Visual: Jim B Aditya

Continue Reading | comments

Ngeri-ngeri Geliiiii....


Kartun Djoko Susilo

Continue Reading | comments

Gendong Opo Salak, Duku Ilik-ilik...


Aktor Butet Kartaredjasa Digendong Wagub Ahok. Asli bukan rekayasa digital.

Continue Reading | comments

Dari Banjir ke Indonesia Raya

Kartun Jitet Koestana

Continue Reading | comments

Tahun Politik - Tahun Kecap


Visual Rw Mulyadi

Continue Reading | comments

Ini Wayang Siapa Hayo?


Kartun Ahmad Antawirya

Continue Reading | comments

Salma Sang Politikus


Kartun Strip: Ahmad Antawirya

Continue Reading | comments

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi
Untuk informasi pemesanan silakan klik gambar cover tsb.
 
Copyright © 2011. Majalah HumOr . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger