<div style='background-color: none transparent;'></div>
Home » » SUSU GEPENG

SUSU GEPENG

Pelawak Gepeng

Oleh: Adji Subela

Sosok Gepeng Srimulat memang menarik. Dia berhasil menjadi pelawak (eh, komedian, biar “modern”) kondang, tapi kisah hidupnya pun cukup kontroversial setelah terlibat kasus pelanggaran hukum.

Sering muncul pertama dalam monolog, Gepeng (alm) mampu membetot perhatian tawa lepas, murni dari penonton. Hebatnya, Gepeng seolah-olah tak acuh atas suksesnya memancing tawa penonton, dan jarang sekali ketawa – bahkan senyum sekali pun - atas leluconnya sendiri. Ini berbeda dengan komedian, eh, pelawak muda di TV sekarang yang sering menertawai sendiri leluconnya yang sering tidak lucu. Kalau bukan dia sendiri siapa yang ketawa mendengar leluconnya?

Dalam salah satu lakon Srimulat, Gepeng muncul pertama dan berudarasa (sejenis monolog, mungkin) mengenai nasib buruknya.

Sebagai anak orang melarat, ia harus menumpang hidup pada seorang saudaranya, pengusaha susu perah. Kata dia, saudaranya itu tidak punya perasaan. Perintahnya harus dituruti seketika. Tapi saudara itupun juga ikut turun tangan. Gepeng mengeluh sering kecapekan memerah susu, tapi tak berdaya.

Pada suatu malam, hujan rintik-rintik membuatnya terlelap tidur. Ternyata listrik pun ikut padam (biasa, ‘kan?).

Saudaranya membangunkan Gepeng dengan kasar, lupa susu peliharaannya belum diperah. Dengan amat malas serta mata masih sulit melek, ia dengan ogah-ogahan pergi ke kandang dalam keadaan gelap. Saudaranya sudah terlebih dulu memerah susu.

Dalam keadaan masih lelah dan mengantuk, plus jengkel setengah mati, Gepeng “mengamuk” memerahi susu. Pendeknya, katanya, asal ada benda menggantung dia pegang lantas dia perah dengan keras. Satu kali ada benda tergantung yang agak kecil, berbeda dengan lainnya, cepat dia pegang erat lantas dia perah sekuat tenaganya.

Terdengar teriakan pilu dari si saudaranya itu lalu yang bersangkutan jatuh pingsan.

Cerita selesai, Gepeng tetap tenang. Para penonton ada yang spontan ketawa, ada yang ketawa setelah bertanya kiri-kanan, ada lagi yang ketawa terpingkal-pingkal beberapa hari kemudian setelah paham apa maksudnya.

Itulah salah satu lelucon Gepeng Srimulat yang cukup berbobot. Tidak memaksa penonton untuk ketawa, tapi tawa itu datang sendiri.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi

Buku Satir Sosial Politik - Humor Dosis Tinggi
Untuk informasi pemesanan silakan klik gambar cover tsb.
 
Copyright © 2011. Majalah HumOr . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template Modify by Creating Website. Inpire by Darkmatter Rockettheme Proudly powered by Blogger